PA 212 Berang, Minta Ferdinand Hutahaean Ramai-ramai Dipolisikan

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 17:25 WIB
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

PA 212 naik pitam akibat cuitan viral Ferdinand Hutahaean yang menyebut tentang 'Allahmu lemah'. PA 212 pun mewanti-wanti akan adanya aksi besar-besaran hingga turun ke jalanan.

"Hati-hati. Jangan salahkan kalau umat kembali turun ke jalan besar-besaran," ucap Ketua PA 212 Slamet Maarif saat dimintai konfirmasi, Rabu (5/1/2022).

Slamet turut menyerukan kepada seluruh anggota PA 212 untuk melaporkan Ferdinand ke pihak kepolisian atas tuduhan penodaan agama. Dia berharap polisi dapat segera menangkap Ferdinand.

"Saya serukan kepada umat untuk segera serentak laporkan ke polda masing-masing dengan pasal penodaan agama, dan kita berharap pihak kepolisian segera menangkap dan memprosesnya," kata Slamet.

Ferdinand Dipolisikan oleh BMI

Sebelumnya, ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan Ferdinand Hutahaean setelah ramai cuitannya soal 'Allahmu ternyata lemah'. BMI meminta agar Ferdinand ditangkap.

"Tadi pagi saya laporkan," kata Ketua BMI Sulsel Zulkifli kepada detikcom, Rabu (5/1/2022).

Laporan polisi atas Ferdinand Hutahaean itu dibuat oleh Zulkifli di Polda Sulsel atas tuduhan ujaran kebencian. Dia menegaskan cuitan Ferdinand mencederai umat Islam.

"(Laporan polisi) terkait ujaran kebencian mengandung SARA," kata Zulkifli.

Zulkifli menilai ucapan Ferdinand Hutahaean tak pantas.

"Intinya begini, (dia bilang) 'kasihan Allahmu lemah, kenyataannya harus dibela'. Kalimat itu menurut saya sangat mencederai umat muslim karena kita tahu Allah Mahakuat, Mahaperkasa," kata Zulkifli.

Ferdinand Buka Suara Usai Dipolisikan

Ferdinand Hutahaean dipolisikan ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan karena cuitan 'Allahmu lemah'. Ferdinand Hutahaean bilang begini setelah dipolisikan.

"Saya menghormati ya, kita ini kan negara hukum. Saya menghormati hak hukum siapa pun sepanjang kita sama-sama berada di jalur hukum," kata dia saat dihubungi, Rabu (5/1/2022).

Ferdinand Hutahaean kemudian berbicara koridor hukum. Dia berharap hukum tidak dipakai sesuka hati.

"Yang penting bahwa satu hal, hukum itu jangan dipaksa harus sesuai seleranya. Itu yang tidak boleh. Karena jangan merasa hukum baru ini ditangkap, hukum baru baru itu dipenjara. Hukum kalau itu sudah di-ini. Tidak. Hukum tidak seperti itu," kata dia.

Ferdinand Hutahaean mengaku menghormati laporan soal cuitan 'Allahmu lemah'. Dia siap mengklarifikasinya.

Tonton video 'Ferdinand Hutahaean Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Cuitan 'Allahmu Lemah'':

[Gambas:Video 20detik]



(rak/fjp)