Dirut PLN Terpapar COVID Pulang dari Bali, Ini Kata Wayan Koster

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 17:07 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster. (dok. Istimewa)
Gubernur Bali Wayan Koster. (dok. Istimewa)
Bali -

Gubernur Bali Wayan Koster menanggapi soal Direktur Utama (Dirut) PLN dan warga Surabaya, Jawa Timur (Jatim), yang dinyatakan positif COVID-19 usai pulang dari Pulau Dewata. Menurut Koster, mereka belum tentu terpapar di Bali.

"Kan bisa saja dia berada di Bali itu masih (masa) inkubasi (virusnya). Sebenarnya kenanya juga belum tentu di Bali. Kenanya juga waktu berangkat. Dari mana dia? Dari Jakarta atau dari Surabaya, tapi selama waktu itu masih ada inkubasi," kata Koster kepada wartawan di rumah jabatannya, Rabu (5/1/2022).

Koster mengatakan waktu inkubasi virus selama 2 minggu. Sedangkan pelaku perjalanan yang berada di Bali tidak ada dalam rentang waktu 2 minggu. Jadi, saat orang itu balik ke daerah asalnya masih negatif COVID-19.

"Kalau dia kena di Surabaya katakan tanggal 3, diuji masih dia negatif karena inkubasinya belum lewat. Kan dua minggu ini (masa inkubasinya). Kalau ke Bali dia tanggal 4, satu minggu di Bali, tanggal 11 balik dia, masih negatif (hasil uji swab-nya). Tapi kalau dia sudah mencapai dua minggunya diuji dia, positif. Kenanya belum tentu di Bali," ungkap Koster.

Koster mencontohkan wisatawan asal Surabaya, Jatim, yang positif Omicron setelah dari Bali, misalnya, setelah dilakukan tracing dan tes kepada mereka yang sempat kontak erat, hasilnya negatif. Hal yang sama terjadi pada mereka yang sempat kontak erat dengan wisatawan Rusia yang datang ke Bali melalui Jakarta.

"Kemarin contohnya ini yang Surabaya, Omicron positif pulang dari Bali. Kita tracing di Bali kemudian di tes negatif semua. Begitu juga ada tamu Rusia yang katanya dari Jakarta kemudian ke Bali. Kemudian cek di sini, negatif," jelas Koster.

Koster menegaskan hingga saat ini belum ada ditemukan kasus COVID-19 varian Omicron di Bali. Berbagai isu pelaku perjalanan yang terkena COVID-19 setelah dari Bali juga tidak mempengaruhi berbagai agenda besar di Pulau Dewata.

"Nggak ada (pengaruh dengan kegiatan-kegiatan di Bali), karena kasusnya di Bali landai. Belum ada, sampai saat ini belum ada (varian Omicron di Bali)," paparnya.

Di sisi lain, Koster meminta para pelaku perjalanan yang datang ke Bali agar tertib mengikuti persyaratan yang ada. Persyaratan itu baik melakukan vaksinasi lengkap maupun swab antigen.

"(Pelaku perjalanan) tentu perjalanannya harus tertib, syaratnya kan negatif. Syaratnya kan vaksinnya lengkap dan swab antigen negatif," tutur Koster.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Jatim Dr Erwin Astha Triyonno mengumumkan COVID-19 varian Omicron di Jawa Timur. Ia juga menjelaskan riwayat perjalanan dari pasien Omicron tersebut.

Kasus pertama Omicron terdeteksi pada seorang warga Surabaya berinisial TYC, yang baru saja berlibur ke salah satu tempat wisata di Indonesia selama 5 hari, bersama suaminya yang berinisial SJJ menggunakan kendaraan pribadi.

"Dinkes Jatim telah mendeteksi seorang pasien terkonfirmasi Omicron berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang keluar pada tanggal 2 Januari 2022," kata Dr Erwin seperti dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (2/1/2022).

Kemudian, beberapa direksi PT PLN (Persero) diduga positif COVID-19 usai dari Bali. Hal itu membuat kantor pusat PLN di-lockdown.

Informasi itu diketahui ketika Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri ESDM Arifin Tasrif sidak ke kantor pusat PLN. Kedatangannya ternyata tidak disambut satupun dari direksi PLN.

Usai sidak, Erick menjelaskan dirinya bersama dengan Menteri ESDM, Menteri Perdagangan, dan Menteri Perhubungan kemarin malam melakukan rapat mendadak. Rapat itu dilakukan usai adanya instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara ekspor batu bara demi memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri.

"Dan tadi Pak Arifin sendiri sedang me-mapping-kan, memastikan bagaimana distribusi dari pada LNG dan batu bara. Tadi baru selesai jam 3. Lalu saya kebetulan juga sedang dengan ada paparan dengan Pak Arifin. Pak Arifin lalu mengajak karena ingin melihat pada situasi benar-benar di lapangan," tuturnya di kantor pusat PLN, Jakarta Selatan, Selasa (4/1/2022).

Sidak Erick dan Arifin sebenarnya ingin masuk ke War Room, sebuah ruangan di PLN yang difungsikan untuk memonitor pasokan energi. Namun mereka harus menunggu beberapa saat karena ternyata kantor PLN sedang lockdown.

"Cuma sayangnya hari ini rupanya direksi PLN sedang lockdown. Karena rupanya ada 1, 2 yang diduga kena COVID-19 kemarin dari Bali. Nah jadi satu kantor ini di-lockdown," tuturnya.

(mud/mud)