Spanduk Turunkan SBY-JK, Bukti Aksi Buruh Ditunggangi

Spanduk Turunkan SBY-JK, Bukti Aksi Buruh Ditunggangi

- detikNews
Jumat, 05 Mei 2006 01:36 WIB
Jakarta - Juru Bicara Presiden (Jubir) Andi Mallarangeng menyatakan adanya spanduk yang bertuliskan "Turunkan SBY-JK" dalam aksi buruh, membuktikan adanya indikasi adanya kelompok yang menunggangi aksi buruh."Kalau keinginan itu ada spanduk-spanduk seperti itu, "Turunkan SBY-JK, itu sudah jauh dan menyimpang dari aspirasi buruh," kata Andi di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (4/5/2006).Menurut Andi, Presiden sangat menghormati arti 1 Mei bagi kaum buruh dan pekerja, sehingga SBY mengijinkan buruh untuk berunjuk rasa. Namun dalam kenyataannya, aksi yang dilakukan buruh itu dilakukan dengan kekerasan dan merusak fasilitas umum. Meski demikian, Andi belum mau menjelaskan pihak-pihak yang dituding menunggangi aksi buruh. "Itu orangorang yang belum bisa menerima hasil pemilu. Tidak perlu mengatakan siapa. Bisa individu, bisa kelompok," tandasnya.Andi menjelaskan, sebenarnya pernyataan Presiden itu adalah mengajak semua pihak untuk menghargai hasil Pemilu 2004. Serta menghormati mekanisme demokrasi yang ada."Kalau bagi mereka yang belum bisa menerima hasil pemilu, ada mekanisme demokrasi yang 5 tahun sekali. Itu yang dikatakan beliau tanpa harus mengatakan ini dan itu," jelasnya.Sebelumnya Amien Rais mengatakan, pernyataan SBY tendensius?"Bagaimana tendensius. Kan jelas-jelas ada orang-orang yang tidak puas dengan hasil pemilu. Dan belum bisa menerima hasil pemilu. Mereka ingin menjatuhkan pemerintahan. Apalagi dengan kekerasan, merusak fasilitas publik. Mari kita belajar demokrasi," paparnya.Andi mengungkapkan, saat ini Presiden SBY meminta agar rakyat Indonesia untuk saling menyayangi. Rakyat juga diminta untuk menghormati demokrasi. "Itu yang harus ditegakkan. Karena ini merupakan hasil darah mahasiswa. Jangan dikotori dengan cara-cara yang tidak demokratis," tandasnya. (ary/)


Berita Terkait