33 Vaksin Booster Diduga Diselewengkan, Kemkes Cek-Koordinasi ke Pemda

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 05:56 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi
Siti Nadia Tarmizi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

LaporCovid-19 menerima 33 laporan penyelewengan vaksin booster yang diberikan kepada kelompok non-tenaga kesehatan di tahun 2021. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun angkat bicara.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi menyebut Kemenkes telah menindaklanjuti laporan itu. Menurutnya, unit terkait di Kemenkes akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) dalam menindaklanjuti laporan itu.

"Tentunya sudah ada mekanisme untuk menindaklanjuti hal-hal seperti ini. Oleh unit yang akan mengkoordinasikan dengan daerah, karena tanggung jawabnya ini adalah pemda masing-masing," kata Siti kepada wartawan, Selasa (4/1/2022).

"Sudah ada unit yang mencek ulang terkait laporan tersebut ke Dinkes Provinsi," tambahnya.

Hasil pengecekan laporan penyelewengan vaksin booster tersebut belum dapat disampaikan. Nadia mengatakan pengecekan laporan tersebut masih dalam proses.

"Masih dalam proses ya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, anggota LaporCovid-19, Tim Advokasi Laporan Warga COVID-19, Amanda Tan, menyebut sejak September 2021 menerima 77 aduan penyalahgunaan stok vaksin COVID-19. Ada 30 laporan di antaranya terkait vaksin COVID-19 yang dijual kepada kelompok non-nakes.

"Penyelewengan ini bukan hanya soal pemberian vaksin booster kepada non nakes tapi juga terkait dengan jual beli vaksin, dan juga pemalsuan sertifikat, penyelewengan terus terjadi," kata Amanda dalam diskusi daring, Selasa (4/1).

LaporCovid-19 mengaku sudah menyerahkan laporan tersebut pada pihak Kemenkes hingga dibawa ke BPKP.

"Ada sekitar 33 laporan dari 71 kasus penyalahgunaan stok vaksin COVID-19, mengenai pemberian vaksin booster kepada non-nakes," sambungnya.

Amanda mengatakan hal ini sudah terjadi sebelum kasus Omicron dilaporkan, tetapi di rentang Oktober hingga Desember masih banyak ditemukan di lapangan. Menurut LaporCovid-19, hal ini terjadi lantaran pengawasan pelaksanaan vaksinasi di daerah terbilang lemah.

Lihat Video: 12 Januari, Vaksinasi Booster Siap Dilaksanakan

[Gambas:Video 20detik]



(fas/jbr)