Emergency Service DPR Nol Besar

Emergency Service DPR Nol Besar

- detikNews
Kamis, 04 Mei 2006 18:38 WIB
Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi PBR Andi Jalal Bachtiar ambruk saat rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI. Saat itu tidak ada tim dokter dan medis yang siaga. Andi Jalal pun menghembuskan nafas terakhir saat dilarikan ke RS TNI AL Mintohardjo."Emergency service DPR nol besar. Kita tadi sudah teriak-teriak dan lari ternyata tidak ada dokter di poliklinik. Staf sekretariat juga tidak terlatih menghadapi situasi darurat," kata anggota DPR RI dari Fraksi PAN Dradjad H Wibowo kepada detikcom, Kamis (4/5/2006) pukul 18.20 WIB. Dradjad mengaku kesal dengan tidak adanya petugas medis di poliklinik. "Harusnya kan ada dokter dan perawat. Akhirnya tadi banyak anggota dewan teriak-teriak semua. Ambulans juga tidak ada sopirnya," kata Dradjad yang saat itu juga mengikuti rapat Bamus.Parahnya lagi, ujar dia, tandu dan pemacu jantung elektrik untuk mengangkut orang yang sakit juga tidak diketahui rimbanya. Alhasil Andi Jalal yang sudah ambruk harus tertahan sampai 15 menit di ruang sidang Bamus.Andi Jalal hanya mendapat perawatan sekadarnya oleh sejumlah anggota DPR. Anggota DPR seperti dr Gunawan dan Achmad Muqowwam terlihat mencoba memberikan tekanan pada bagian dada Andi Jalal."Tapi yang namanya anggota DPR kan nggak punya kemampuan medis. Staf sekretariat juga tidak memiliki kemampuan darurat. Andi Jalal akhirnya dibawa pakai mobil Kijang tanpa pengawalan," tegas Dradjad.Keadaan ini menurut Dradjad sangat mengkhawatirkan dan memalukan. "Coba bayangkan presiden, wakil presiden, dan menteri ada petugas kesehatan yang standby. Nah ini ada 550 anggota DPR, kok nggak ada tenaga medis yang siaga. Kejadian seperti ini kan bisa terjadi kepada setiap anggota DPR," keluhnya.Oleh karena itu Dradjad berharap Sekjen DPR bisa melakukan perbaikan sistem penanganan darurat seperti misalnya jika ada gangguan kesehatan, kecelakaan, kebakaran, atau pun gedung roboh. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads