Menhub: Penumpang Meningkat Saat Nataru 2021, Paling Banyak Kereta Api

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 16:59 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi bersama Kapolda Jateng
Budi Karya Sumadi (Angling AP/detikcom)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan ada peningkatan jumlah penumpang transportasi darat dan udara selama periode libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2022. Peningkatan paling banyak terjadi di sektor kereta api sebesar 56 persen.

"Secara umum penumpang yang menggunakan angkutan darat, kereta api, laut dan udara mengalami peningkatan 10 persen, yang paling banyak adalah di sektor kereta api," kata Budi dalam acara Penutupan Posko Monitoring Penyelenggaraan Transportasi Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 secara virtual, Selasa (4/1/2022).

"Menurut catatan, kereta api naik 56 persen, jalan naik 25 persen, udara naik 10 persen, penyeberangan naik 1 persen dan angkutan laut terjadi penurunan sebanyak 26 persen," lanjutnya.

Budi menuturkan adanya peningkatan jumlah pengguna transportasi selama masa libur Nataru menunjukkan adanya keinginan masyarakat untuk bepergian. Budi menyebut berkat kerja sama yang baik dengan seluruh stakeholder, arus lalu lintas selama Nataru berjalan baik sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Semua angka itu menunjukkan bahwa masyarakat tetap ingin pergi. Tetapi kita juga memberikan suatu layanan yang baik dan terimakasih pada masyarakat banyak dan kami juga mengatakan bagi mereka yang pergi melaksanakan prokes dengan baik. Adanya kerja sama yang baik dengan seluruh stakeholder apa yang kita canangkan apa yang diperintahkan presiden berjalan baik," tuturnya.

Berdasarkan hasil monitoring, Budi mengatakan adanya Tol Jawa dan Sumatera memberikan dampak positif terhadap pergerakan arus kendaraan sehingga jalan menjadi lancar. Selain itu, rekayasa lalu lintas di dua titik yang dilakukan Polri dengan stakeholder lainnya ikut mempengaruhi lalu lintas berjalan baik.

"Kita memantau bahwa apa yang kita monitor dan dapat dilihat secara fakta selama pengendalian Nataru ada hal-hal yang perlu kita perhatikan dengan baik, bahwa Tol Jawa dan Sumatera memberikan dampak positif bagi pergerakan menjadi lebih lancar," ujarnya.

"Dan Polri dibantu juga stakeholder dan TNI melakukan dengan sigap rekayasa lalu lintas hanya dilakukan kalau perlu. Dua titik yang dilakukan rekayasa lalin di Puncak dan di dekat Jakarta di sekitar Bekasi. Rest area juga jadi suatu titik penting dari pengelolaan arus balik dan semua setelah kita koordinasi berjalan baik," lanjutnya.

Budi mengatakan dibentuknya posko pengamanan Nataru 2022 untuk mencegah penyebaran COVID-19. Dia mewanti-wanti seluruh stakeholder tetap menerapkan aturan prokes meski posko sudah ditutup, sebab pergerakan arus balik juga masih akan terjadi hingga sepekan ke depan.

"Kita juga memastikan apa yang terlaksanakan kemarin harus mencegah penyebaran COVID. Selama masa Nataru ini kita harus tetap melakukan pengawasan dengan ketat. Di satu minggu mendatang masih ada pergerakan pergerakan mudik arus balik, oleh karenanya posko ini meskipun ditutup saya mengharapkan stakeholder dan teman-teman dari Polri, operator tetap melaksanakan apa yang menjadi aturan Inmendagri ataupun SE dari Satgas dan Kemenhub," ucapnya.

Lebih lanjut, Budi meminta para Dirjen Kemenhub dan seluruh stakeholder terkait untuk melakukan analisis. Hal itu dilakukan untuk persiapan menghadapi kegiatan pengamanan arus lalu lintas saat masa libur lebaran yang akan datang.

"Saya minta masing-masing Dirjen untuk melakukan analisis juga kepolisian-TNI dari kementerian/lembaga, BUMN melakukan evaluasi agar kita siap untuk melaksanakan kegiatan di masa lebaran yang akan datang," imbuhnya.

(dek/jbr)