Massa Misterius di Tengah Aksi Demo KSPSI
Kamis, 04 Mei 2006 17:14 WIB
Jakarta - Pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) kelabakan gara-gara aksi menolak revisi UU Ketenagakerjaan Rabu kemarin berujung rusuh. Mereka tidak menyangka aksi yang dilakukan berujung bentrok, hingga 8 orang aktivisnya ditangkap polisi dan dijadikan tersangka.Sejumlah pengurus teras KSPSI langsung menuding aksi yang mereka lakukan disusupi provokator. Ulah peserta yang tidak diundang inilah yang diduga menjadi salah satu penyebab kericuhan. "Sebab sejak awal tidak ada setting aksi ricuh. Kita sejak awal merencanakan aksi secara damai," kata Ketua KSPSI Hikayat Atika kepada detikcom, Rabu (4/5/2006).Pernyataan senada juga disampaikan oleh Wakil Ketum KSPSI Syukur Sarto. Menurutnya, aksi buruh di depan gedung DPR kemarin telah disusupi oleh sekelompok massa yang berasal bukan massa SPSI. "Mereka menggunakan pita merah. Sementara dari SPSI menggunakan peta biru dan putih," katanya.Bahkan sejumlah buruh yang datang paling awal di depan gedung DPR, sekitar pukul 08.30 WIB mendapati sejumlah poster yang berisi 'Turunkan SBY-JK' terpasang di taman depan Gedung DPR. Sebelum aksi dimulai, detikcom bertemu dengan Hikayat Atika dan menanyakan soal munculnya poster-poster tersebut. Hikayat Atika menjawab bahwa spanduk itu bukan berasal dari kelompoknya. "Nanti saya minta untuk dicabuti. Kami tidak tahu siapa yang memasangnya," kata Hikayat Atika.Pantauan detikcom yang berada di lokasi demo sejak pukul 08.00 WIB, sempat terlihat munculnya kelompok misterius yang bergabung di tengah aksi massa. Kelompok ini datang sekitar pukul 12.00 WIB, dengan mengendarai mobil pick up dengan soundsystem di bak belakang. Selain itu, ada 10 orang yang menggunakan atribut merah-merah termasuk pita merah berada di atas soundsystem.Setelah diamati dengan seksama, kelompok ini ternyata juga ikut turun pada aksi May Day, 1 Mei lalu di Bundaran HI. Namun tidak jelas benar mereka berasal dari kelompok mana. Hanya, dipastikan mereka bukan massa buruh dari SPSI, karena di depan mobil terdapat spanduk warna merah bertuliskan 'Bergerak' dengan tulisan warna putih.Anehnya di sekeliling mobil ini, sejumlah buruh SPSI membawa poster bergambar SBY-JK. Di bawah gambar presiden dan wakil presiden ada tulisan 'Turun'. Termasuk munculnya gambar kartu "Joker" dengan gambar SBY-JK di bawahnya ada tulisan 'Kartu Mati'. Saat menuju depan gedung DPR, mereka memutar lagu-lagu Iwan Fals melalui sound systemnya sambil sesekali orasi. Jelas, kedatangan sekelompok massa ini tidak menjadi perhatian buruh-buruh lainnya. Mereka terus bergabung dengan ribuan buruh sambil meneriakkan yel-yel dan penolakan revisi UU ketenagakerjaan. Tidak diketahui persis, apa saja yang dilakukan mereka di tengah aksi demo tersebut. Termasuk kapan akhirnya mereka pulang.Hanya, sehari setelah kisruh, para pengurus KSPSI merilis adanya provokasi dari pihak luar. Apakah kelompok misterius ini yang dimaksud sebagai pihak luar dan memprovokasi atau ada kelompok lainnya. Hanya saja, saat aksi bakar-bakar mulai berlangsung dan massa dalam keadaan cair, maka siapa pun akan sulit untuk menunjuk hidung siapa sang provokator sebenarnya.
(jon/)











































