Tidak di DPR Saat Aksi Buruh, Agung Laksono Dikecam
Kamis, 04 Mei 2006 17:07 WIB
Jakarta - Ketua DPR Agung Laksono meninggalkan Gedung DPR meskipun tahu ada aksi buruh. Tindakan Agung diduga menjadi pemicu buruh marah sehingga menimbulkan kerusuhan.Demikian disampaikan Ketua Presidium Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu FX Arief Poyuono dalam jumpa pers menyikapi aksi buruh yang berakhir rusuh, di Kafe Venezia, Cikini, Jakarta, Kamis (4/5/2006).FSP BUMN Bersatu juga menyesalkan sikap parpol pendukung pemerintah yang tidak mau menghadiri aksi buruh untuk sekadar menunjukkan dukungan. Saat aksi buruh Rabu 3 Mei kemarin, hanya ada PDIP dan PBR.Ketidakhadiran Agung dan pimpinan DPR dari partai pendukung pemerintah, dinilai FSP BUMN, merupakan bagian upaya untuk memperlihatkan partai oposisi melakukan anarkisme dengan melalui gerakan buruh."Ini sudah menjadi grand skenario bagi mereka untuk mendegradasi parpol oposisi. Kalau buruh sempat mengusasai Gedung DPR berarti bisa menjadi penjatuhan pemerintahan SBY-JK," jelas Arief.FSP BUMN bersatu menegaskan penolakannya terhadap anarkisme yang terjadi dalam aksi buruh kemarin. Aksi itu dinilai merusak perjuangan buruh secara politis."Kami melihat aksi kemarin banyak merusak fasilitas umum hingga masyarakat tidak simpatik terhadap buruh. Seharusnya aksi itu dijadikan momen untuk mendapat dukungan masyarakat," tandas Arief.Selanjutnya, Arief menyatakan FSP BUMN Bersatu mendukung dilakukannya pertemuan antara buruh dengan pengusaha untuk mengidentifikasi permasalahan antara kedua belah pihak. Setelah pertemuan itu baru dilakukan pertemuan tripartit antara buruh, pengusaha dan pemerintah."Presiden SBY sendiri sudah mengatakan akan mengkaji ulang dan meminta buruh dan pengusaha untuk mengkaji bersama sebelum kajian itu dikeluarkan sebagai UU. Tapi UU itu harus ada semangat dari buruh dan pengusaha, ini kita dukung," demikian Arief.
(iy/)











































