Pemprov Jelaskan Beda Data Kasus Omicron DKI dan Pusat

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 14:25 WIB
Pengendara melintas di dekat videotron aturan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 di Jakarta, Minggu (8/8/2021). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyampaikan Positivity Rate COVID-19 di Jakarta dalam sepekan terakhir tembus 14,8 persen. Meski tingkat positivity rate itu telah menurun dibandingkan bulan lalu yang tembus 40 persen, persentase tersebut masih menunjukkan tingkat penularan yang tinggi dimana World Health Organization (WHO) menetapkan standar agar positivity rate tak lebih dari lima persen. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.
Ilustrasi/Kota Jakarta (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melaporkan penambahan kasus positif COVID-19 varian Omicron per kemarin 162 kasus. Sementara data pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan menyatakan ada 152 kasus Omicron di Indonesia. Lantas, mengapa datanya berbeda?

Pada Senin (3/1) siang, pemerintah pusat mengumumkan tambahan kasus Corona varian Omicron menjadi 152. Indonesia berada di urutan ke-40 kasus Omicron dunia. Dari 152 yang terpapar COVID-19, sebutnya, 23% di antaranya dinyatakan sembuh.

"Kita dalam masuk ranking 40. Jadi jumlah kasus Omicron di Indonesia ada 152," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (3/1/2022).

Di Senin malam, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap sebanyak 162 orang di Jakarta positif Omicron.

Riza menuturkan, per Minggu (2/1), DKI Jakarta mencatat 135 kasus Omicron. Kemudian, pada Senin (3/1), mengalami penambahan 27 kasus berdasarkan pemeriksaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dan Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) Laboratorium.

"Jadi memang seperti kita ketahui belakangan ini Omicron semakin meningkat. Di Jakarta sendiri kasusnya sudah 162 orang," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (3/1/2022).

Penjelasan DKI Soal Beda Data Omicron

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menjelaskan perbedaan data Omicron antara pusat dan daerah. Menurutnya, itu hanya masalah perbedaan waktu pengambilan data

"Kalau dari Kemenkes itu sore masalah timing sih, cut off," kata Dwi saat dihubungi, Selasa (4/1/2022).

Dwi juga memastikan seluruh data positif Omicron telah dilaporkan Dinkes DKI ke Kementerian Kesehatan RI. Meski demikian, dia memastikan antara pusat dan daerah akan dilakukan sinkronisasi.

"Misalnya di Kemenkes ada nama si A, di kita belum ada, kita langsung masukkan di data kita," jelasnya.

Simak Video 'Waspada! Kasus Omicron di Jakarta Sudah Capai 162 Orang':

[Gambas:Video 20detik]