Malangnya Siswa Pelosok NTT: Masker Medis Cuci Kering hingga Tas Kresek

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 14:25 WIB
Siswa pelosok NTT kekurangan alat sekolah hingga masker
Siswa pelosok NTT / Foto: Dok. berbuatbaik.id
Jakarta -

Perlengkapan sekolah hingga masker medis menjadi barang yang sangat berharga bagi siswa-siswa SD di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah berbagai keterbatasan, semangat mereka untuk mengejar pendidikan tak pernah surut.

Relawan Pijar CT Arsa Foundation, Siti Nur Atina atau Tina diperbantukan sebagai tenaga pengajar di SDN Lelogama, Amfoang Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Dalam mengajar Tina bukan hanya dihadapkan dengan masalah akademis siswa-siswinya, melainkan juga keterbatasan perlengkapan sekolah. Sama seperti persoalan yang kerap ada di sekolah-sekolah lain di wilayah 3 T, para siswa tidak bersepatu padahal mereka menempuh berkilo-kilo untuk bisa ke sekolah.

"Di sini kebanyakan nggak pakai sepatu. Pakainya sendal. Kelas 6 rata-rata pakai sepatu tapi sudah lusuh dan mereka ada yang pakai kaos kaki tapi hanya beberapa siswa saja dan biasanya sudah longgar," cerita Tina kepada tim berbuatbaik.id.

Tina yang juga jadi perpanjangan tangan relawan berbuatbaik.id ini mengatakan puluhan anak-anak di sini juga tidak menggunakan seragam yang layak.

"Ikat pinggang mereka cuma pakai tali. Mereka juga jarang memakai seragam karena basah, nggak muat lagi, jadi nggak bisa dipakai untuk sekolah," kata Tina.

Tina pun miris melihat anak-anak hanya membawa kresek untuk menyimpan buku-buku mereka. Walau begitu, mereka tetap riang gembira ke sekolah.

Keadaan anak-anak ini semakin menyedihkan karena di masa pandemi, sebagian besar dari mereka tidak mempunyai masker. Ada yang mempunyai masker medis, namun mereka memilih cuci kering pakai, sebab tak punya lagi masker.

"Paling hanya 0,1 persen siswa kadang-kadang cuma 2 orang kadang 3 orang dan itu pemakaiannya berulang padahal masker medis," ucap Tina sedih.

Siswa pelosok NTT kekurangan alat sekolah hingga maskerSiswa pelosok NTT kekurangan alat sekolah hingga masker Foto: Dok. berbuatbaik.id

Dengan banyaknya keterbatasan itu, menurut Tina, anak-anak di sekolahnya tetap bersemangat sekolah. Sampai-sampai pernah ada yang begitu senang sekolah namun ibu tirinya tidak menghendaki dan mengeluarkan anak didiknya dari sekolah untuk bekerja.

Namun Tina berusaha memahami karena kondisi ekonomi yang terhimpit dan kesadaran orang tua akan pendidikan yang begitu rendah membuat banyak anak-anak terpaksa keluar sekolah dan membantu orangtua bekerja.

Siswa pelosok NTT kekurangan alat sekolah hingga maskerSiswa pelosok NTT kekurangan alat sekolah hingga masker Foto: Dok. berbuatbaik.id

Oleh karena itu, dengan bantuan#sahabatbaik pastinya membuat anak-anak ini tidak menyerah dengan keadaan. Bahkan orang tua mereka pun bisa termotivasi dan mendukung sekolah anak-anaknya.

Mari#sahabatbaik mulai berbuat baik dengan menyisihkan sebagian rezeki, dimulai dari Rp 10.000 kamu bisa memberikan masa depan lebih cerah ke siswa-siswa SDN Lelogama lewat berbuatbaik.

Caranya yaitu dengan klik LINK BERIKUT INI.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim dan memantau informasi seputar kampanye sosial diikuti, berikut update terkininya.

Jika #sahabatbaik berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, kamu bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi#sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai sekarang!

Simak juga 'Strategi Sekolah Tatap Muka Berjalan Lancar di Masa Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)