Sekolah di Palembang Terbakar, Seribuan Pelajar Diliburkan
Kamis, 04 Mei 2006 16:15 WIB
Palembang - Salah satu gedung sekolah dasar Islam tertua di Palembang yakni Madarasah Ibtidaiyah (MI) Hijriah 2, yang berada di 7 Ulu, Palembang, Kamis (4/5/2006) hangus terbakar. Kebakaran sekolah yang dikelilingi rumah toko atau ruko itu memberi dampak yang luas bagi seribuan anak sekolah dari keluarga miskin. "Hampir semua murid di sana memang dari kalangan muslim yang kurang mampu. Peristiwa kebakaran itu sangat memprihatinkan kita," kata Jalaluddin yang juga dikenal sebagai sesepuh NU di Sumatera Selatan. Pernyataan itu ada benarnya, perkampungan 7 Ulu merupakan salah satu kampung di tepian sungai Musi, yang warganya merupakan kaum miskin kota. Di kampung ini warganya umumnya para buruh pasar, pedagang asongan, atau penarik perahu ketek. Peristiwa terbakarnya sekolah yang berada di dekat jembatan Ampera di Palembang itu terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari tadi. Api yang diduga akibat gesekan arus pendek listrik itu baru dapat dipadamkan sekitar pukul 04.00 dini hari. Hampir semua bangunan sekolah yang hangus menjadi arang. Hanya sebagian ruang guru atau pengajar yang berada di depan yang tidak hangus terbakar. Akibat amukan si jago merah tersebut, 11 ruang kelas berikut kantor dan sebuah mushala hangus terbakar, rata dengan tanah. Termasuk seluruh perlengkapan sekolah seperti meja dan kursi. Kepala Sekolah MI, Usman, belum bisa memastikan berapa kerugian yang diderita MI dan TK Hijryah, yang dikabarkan pernah menjadi tempat Fatmawati, istri Bung Karno, bersekolah. Dia juga tidak tahu dari mana asal sumber api. "Kita menunggu hasil penyelidikan polisi mengenai dari mana sumber api tersebut," katanya. Akibatnya, mereka mengambil keputusan meliburkan siswa selama tiga hari sambil mencari tempat atau lokasi pengganti tempat siswa belajar. "Kami akan berusaha mencari pinjaman ruang kelas untuk belajar siswa," kata Usman. Permintaan libur juga dikatakan Dwi Priyono, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan, yang melihat ke lokasi kebakaran. "Proses belajar mengajar tidak boleh terhambat. Segera dicari pinjaman ruang belajar, atau meminjam ruko yang ada di dekat sekolah. Terutama siswa kelas 6 karena sebentar lagi akan ujian nasional, proses belajar mereka jangan sampai terganggu," katanya.
(nrl/)











































