Ungkap Masih Banyak PR, Menaker: Kita Perlu Resolusi Baru

Dea Duta Aulia - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 17:45 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan dan dibenahi. Untuk itu, ia mencanangkan tiga resolusi di tahun 2022

"Mengantisipasi berbagai tantangan yang ada, maka mau tidak mau, suka tidak suka, kita memerlukan resolusi baru," kata Ida Fauziyah dalam keterangan tertulis, (3/1/2022).

Hal itu ia ungkapkan dalam Apel Pagi Kemnaker Tahun 2022 bertajuk 'Resolusi Kemnaker 2022 dan Doa Bersama Gus Baha' di Jakarta. Untuk resolusi pertama yakni pelaksanaan sembilan lompatan ketenagakerjaan sebagai terobosan di dalam pemulihan ekonomi nasional dari sisi pembangunan ketenagakerjaan.

Ida menjelaskan, dalam hal ini Kemnaker harus mampu melakukan berbagai hal seperti transformasi Balai Latihan Kerja (BLK), link and match ketenagakerjaan, transformasi program perluasan kesempatan kerja, pengembangan talenta muda, perluasan pasar kerja luar negeri, visi baru hubungan industrial, pengembangan ekosistem digital ketenagakerjaan, dan reformasi birokrasi.

"Saya meyakini bahwa pelaksanaan yang baik terhadap sembilan lompatan ketenagakerjaan akan menjadi modal dasar bagi kita untuk menjalankan amanah besar Jaminan Kehilangan Pekerjaan di tahun 2022," tambahnya.

Sementara itu, resolusi kedua, pihaknya menekankan pada reformasi birokrasi. Ida memerintahkan agar dilakukan penyempurnaan terhadap undang-undang bidang ketenagakerjaan yang dirasakan masih menghambat, multitafsir, dan tumpang tindih.

Ia juga meminta agar segera menyelesaikan regulasi tata organisasi serta dilakukan percepatan pengembangan Kemnaker Corporate University.

Ida menjelaskan, upaya yang harus dilakukan oleh Kemnaker pada 2022 yakni memperkuat infrastruktur teknologi. Hal tersebut bertujuan agar mampu mendigitalisasi arsip, pegawaian, umum, keuangan, dan e-performance segera diterapkan.

"Selain itu, data dan informasi pembangunan ketenagakerjaan secara digital yang dipublikasikan secara berkala setiap bulannya juga diperkuat," katanya.

Resolusi ketiga, Ida meminta agar setiap unit di lingkungan Kemnaker berkolaborasi untuk mensukseskan perhelatan G20 yang berlangsung pada tahun ini.

"Saya meyakini bahwa perhelatan G20 ini selaras dan sangat membantu kita dalam upaya pemulihan ekonomi nasional maupun global. Kita harus menyadari bahwa pemulihan ekonomi nasional kita, juga tidak bisa dilakukan tanpa adanya pemulihan ekonomi dalam skala global," tambahnya.

Selain menjabarkan tiga resolusi di tahun 2022, Ia juga terus berupaya untuk menggenjot kontribusi dari kinerja para pegawai di lingkungan Kemnaker.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Ida Fauziah yakni dengan melakukan Penandatanganan Kontrak Kinerja Tahun 2022 antara Menteri Ketenagakerjaan dengan Pejabat Tinggi Madya Kemnaker.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi menjelaskan, selain melakukan penandatanganan, Kemnaker juga memperkenalkan name tag baru yang sesuai dengan golongan para pegawai di lingkungan Kemnaker.

"Kami memperkenalkan name tag baru yang lebih sesuai asas milenial," kata Anwar.

Anwar menjelaskan, name tag untuk Menteri dan para pegawai yang mengisi Jabatan Tinggi Madya Pratama menggunakan name tag dengan background warna hijau.

Untuk para Pejabat Fungsional dan Administrator, Pengawas, dan Staf lainnya menggunakan name tag dengan background warna kuning. Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) Kemnaker menggunakan name tag dengan background warna merah.

(prf/ega)