Sekretaris FPD: Buruh Rusuh, Semua Tahu Ini Permainan Elit
Kamis, 04 Mei 2006 14:54 WIB
Jakarta - Tudingan Presiden SBY hujan kritik dari sejumlah fraksi parpol dan tokoh. Namun tentunya tidak demikian dengan fraksi partai yang menjadi kendaraan politik SBY menjadi presiden.Fraksi Partai Demokrat (FPD) menganggap demo buruh yang berahir rusuh pada Rabu 3 Mei kemarin itu merupakan setting dari elit politik yang kalah pemilu. Mereka tidak iklas kalah dan mencoba menggoyang pemerintah. Siapa mereka?"Kita ini tidak terbiasa berdemokrasi secara elegan. Karena prinsip siap menang siap kalah itu cuma omongan saja," cetus Sekretaris FPD DPR Sutan Bathoegana kepada detikcom di Jakarta, Kamis (4/5/2006).Menurutnya, pernyataan SBY itu sebagai bentuk peringatan kepada semua pihak agar menahan diri. "Itu hanya ekspresi kekecewaan SBY saja. Kalau di tingkatan atas, semua sudah tahu ini permainan elit-elit," ujarnya.Mengenai siapa tokoh elit-elit politik yang memanfaatkan hal ini, Sutan enggan berspekulasi terlalu jauh. Partai Demokrat tidak ingin terlibat dalam hal tersebut."Kita tetap memberi dukungan pada pemerintah. Kalau memang seperti itu, biarlah menjadi tugas aparat hukum," katanya.Sutan menilai, aksi buruh yang terjadi memang diniatkan untuk berlangsung anarkis. Dia mengimbau kepada semua pihak agar tidak memperkeruh situasi. "Kalau begini, yang rugi justru kita semua," tandasnya.Presiden SBY mensinyalir ada kelompok-kelompok yang belum ikhlas menerima hasil Pemilu 2004. Mereka diduga menciptakan situasi tidak kondusif, termasuk menunggangi aksi buruh yang berbuntut kericuhan pada Rabu 2 Mei kemarin.Politisi gaek PDIP yang menjabat Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno menilai analisa SBY ngawur dan keliru. Wasekjen PKS Fahri Hamzah justru menilai para pejabat di bawah SBY-lah yang memanas-manasi buruh.Ketua DPR sekaligus Wakil Ketum Partai Golkar Agung Laksono menilai ucapan SBY seharusnya didahului penjelasan intelijen jika memang ada. Ketua MPR yang juga mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid menilai analisa itu terlalu jauh. Anggota Komisi I DPR asal FPAN Djoko Susilo menegaskan PAN tidak menunggangi aksi buruh.
(sss/)











































