Sofyan Djalil Bantah Black Out Pemberitaan Gus Dur
Kamis, 04 Mei 2006 14:35 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengaku ada upaya memblack out pemberitaan dirinya atas perintah Presiden SBY kepada Menkominfo Sofyan Djalil. Tapi, Sofyan dengan tegas membantah hal itu.Demikian ditegaskan oleh Sofyan Djalil usai rapat koordinasi (Rakor) bidang Polkam di kantor Menko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Kamis (4/5/2006)."Nggak ada itu. Nggak ah siapa bilang, nggak ada sama sekali," kata Sofyan Djalil.Gus Dur mengatakan, pemberitaan dirinya telah dicekal oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Menkominfo. Pernyataan Gus Dur ini terkait komentarnya soal Tuban yang tidak boleh ditayangkan sebuah televisi swasta yang mewawancarainya.Menurut Gus Dur, pemerintah saat ini sudah menggunakan cara-cara lama dalam memberangus ruang politik lawan-lawan politik. Hal itu dinilainya tidak sehat untuk demokrasi ke depan.Gus Dur menceritakan, pada 30 April 2006, di Bandara Juanda, Gus Dur mengaku diwawancari sebuah stasiun televisi. Namun hasil wawancara soal kerusuhan Tuban tidak ditayangkan. Wawancara itu memuat pernyataan Gus Dur agar rakyat jangan dibodohi dan dibohongi terus. "Begini akibatnya kalau rakyat dibohongi terus," kata Gus Dur saat itu.
(san/)











































