Merapi Makin Kritis, Gubernur Imbau Warga Rela Mengungsi

Merapi Makin Kritis, Gubernur Imbau Warga Rela Mengungsi

- detikNews
Kamis, 04 Mei 2006 14:19 WIB
Sragen - Aktivitas Gunung Merapi semakin mendekati titik puncaknya dengan keluarnya lava pijar dan titik api diam. Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto menyebutnya sebagai situasi yang semakin kritis. Untuk itu dia mengimbau warganya segera bersedia menempati barak-barak pengungsian.Hal itu perlu ditegaskan karena dia mengakui saat ini banyak warga lereng Merapi yang masih belum bersedia mengungsi. Bahkan warga yang semula mengungsi, sebagian kembali lagi ke desa masing-masing karena selain disebabkan telah jenuh di pengungsian juga merasa aktivitas Merapi cukup aman."Permasalahan yang kita hadapi sekarang ini adalah adanya sikap dari masyarakat yang memiliki pertimbangan dan perhitungan sendiri dalam menyikapi aktivitas Merapi," ujarnya di rumah dinas Bupati Sragen, Kamis (4/5/2006).Dia hadir di Sragen guna bertindak atas nama Mendagri melantik Untung Wiyono dan Agus Fatchurrahman menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sragen periode 2006-2011.Mardiyanto mengatakan, pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah urgen dengan mendekati dan membujuk warga melalui sosialisasi intensif. Diharapkan cara itu dapat menumbuhkan kesadaran warga untuk mengungsi sehingga mempermudah penanganan petugas."Saat ini situasi semakin kritis, jadi saya minta kesadaran itu timbul. Terutama yang berada di sisi barat daya karena rekahan yang terjadi saat ini berada di daerah itu. Setelah ini saya juga akan melakukan peninjauan langsung ke sana (Merapi)," lanjutnya.Lebih lanjut Mardiyanto mengaku dapat memahami jika warga cukup jenuh karena telah cukup lama tinggal di tenda-tenda pengungsian. Namun diharapkannya, langkah standar pengamanan bencana tetap dipatuhi oleh semua pihak, baik petugas maupun pengungsinya."Ada standard operating procedure yang harus dipatuhi. Ada tempat berkumpul, tempat pengungsian sementara dan tempat pengungsian akhir. Semua harus dipenuhi. Saya juga memaklumi ada kejenuhan, tapi jangan lalu meninggalkan barak. Itulah memang dinamika pengungsian," kata dia."Saya pribadi berharap kondisi Merapi segera dapat mereda. Kalau memang mau meletus, segeralah meletus. Itu akan lebih baik dalam hal penangananya, daripada seperti ini terus berlama-lama sehingga menimbulkan kejenuhan seperti itu tadi," lanjutnya.Tapi Mardiyanto yakin bahwa pada saat-saat yang sudah mencapai titik puncak kritis, warga Merapi akan berinisiatif yang sejalan dengan harapan pemerintah yaitu mengungsi untuk menyelamatkan diri. "Saya tahu betul tentang itu. Saya ini anak Merapi lho. Ayah saya mantri ukur Merapi," ujarnya. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads