Luhut soal Karantina: Tak Ada Lagi Diskresi, Presiden Sudah Ingatkan

ADVERTISEMENT

Luhut soal Karantina: Tak Ada Lagi Diskresi, Presiden Sudah Ingatkan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 13:08 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan karantina. Luhut menegaskan tak ada lagi diskresi mengenai karantina.

"Dan juga penerimaan karantina juga sekarang jauh lebih siap. Jadi saya ingin sampaikan mohon teman-teman sadar, kita tidak bisa memberikan diskresi, diskresi kebanyakan lagi, karena kita hanya mengacu kepada Instruksi Mendagri yang ada saja. Karena kalau tidak, tadi Presiden mengingatkan kita, nanti kita tidak disiplin," kata Luhut dalam jumpa pers seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/1/2022).

Luhut mengingatkan kunci berkembangnya Omicron di sejumlah negara adalah masalah kedisiplinan. Karena itu, dia mengingatkan sejumlah pihak untuk disiplin protokol kesehatan.

"Dan kunci kita lihat Omicron berkembang di dunia mana pun, itu adalah masalah disiplin. Disiplin pemakaian masker, disiplin tadi masalah vaksin, disiplin tadi cuci tangan dan seterusnya. Jadi kata kunci adalah disiplin," ujar Luhut.

Selain itu, Luhut menyampaikan kesiapan pemerintah dalam menghadapi Omicron sudah jauh lebih baik. Namun dia menegaskan kewaspadaan tetap perlu dijaga.

"Kesiapan kita menghadapi Omicron ini saya kira sudah sangat terkendali tetapi tetap dengan kehati-hatian. Mulai tadi vaksinasi terus digencarkan oleh menteri kesehatan," ujar Luhut.

"Kemudian yang kedua tadi mengenai obat-obat sudah disiapkan, rumah sakit disiapkan. Semua yang perlu dibutuhkan untuk itu kita sudah siapkan, jauh lebih siap dari kejadian pada Juni tahun lalu, dokter juga lebih siap," sambung Luhut.

(knv/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT