Gagal Jadi Pilot, 3 WNA Dikadali US$ 100 Ribu
Kamis, 04 Mei 2006 13:52 WIB
Jakarta - Nasib apes dialami tiga WNA. Maksud hati berguru di Indonesia untuk menjadi pilot, mereka malah kehilangan US$ 100 ribu.Ketiga orang ini adalah seorang WN Belanda bernama Andre Manbodh, serta dua WN Korea Selatan bernama Jae Won Choi dan Kwan Sik Kim.Ketiganya mengaku ditipu PT Wings Professional Indonesia (WPI) yang berkantor di kawasan Halim Perdanakusumah.PT WPI menjanjikan ketiganya sebuah pelatihan simulasi terbang pesawat Boeing 737-400. Namun ternyata, simulasi ini tidak pernah mereka dapatkan. Padahal mereka bertiga sudah menyetor uang US$ 100 ribu."Ternyata hanya latihan dasar saja yang diberikan, dan simulasinya tidak ada," ujar kuasa hukum ketiganya, M Ismak kepada detikcom, di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (4/5/2006).Ternyata, uang yang kadung mereka bayarkan juga tidak masuk ke rekening perusahaan. Uang malah masuk ke rekening pribadi AH, Direktur PT WPI. Uang ini semestinya dibayarkan kepada Garuda Indonesia sebagai pemilik simulator."Diketahui belakangan, itu ternyata rekening AH di BCA Cibubur," lanjut Ismak.Kepada detikcom, Andre mengaku pernah mengikuti pelatihan serupa di Belanda, namun tanpa latihan simulator. Oleh karena itu, dia rela jauh-jauh datang ke Indonesia karena mendengar adanya latihan pilot menggunakan simulator."Tapi ternyata setelah 4-5 bulan, tidak ada perkembangan apa-apa," keluh Andre dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.Andre mengaku sudah tidak memiliki uang dan hanya menyisakan sedikit untuk pulang ke Belanda. Kedua kawannya dari Korea Selatan juga telah memutuskan kembali ke negaranya."Makanya kami ingin dilakukan pemeriksaan dengan segera, agar kami bisa pulang," tandas Andre.
(fay/)











































