Mahathir Dilarang Ikut Campur Urusan Pemerintah Malaysia
Kamis, 04 Mei 2006 13:10 WIB
Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia rupanya gerah juga mendengar komentar pedas yang kerap dilontarkan mantan perdana menteri (PM) Mahathir Mohamad. Seorang menteri senior negeri jiran itu, Mohamed Nazri Aziz mengingatkan Mahathir untuk berhenti mencampuri urusan pemerintahan. Menurutnya, Mahathir berupaya menjatuhkan pemerintah lewat sentilan-sentilannya. Pernyataan tegas ini disampaikan Nazri guna menanggapi celetukan Mahathir yang menuduh pemerintah telah menyerahkan kedaulatan Malaysia dan bahwa negara tidak punya nyali. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (4/5/2006).Di depan parlemen, Nazri mencetuskan, Mahathir sebaiknya memegang janjinya untuk tidak ikut campur dalam pemerintahan baru, yang masih tetap diisi oleh banyak menteri senior yang ditunjuk Mahathir sewaktu berkuasa."Anda bisa mengritik kami, tapi ketika Anda berulang kali dan secara terbuka mengecam kami, Anda bisa dianggap menjatuhkan pemerintahan yang sebenarnya merupakan kelanjutan pemerintahan Anda sendiri," cetus Nazri, menteri berpengaruh di Departemen PM Malaysia.Belum lama ini, Mahathir secara blak-blakkan mengecam keputusan PM Abdullah Ahmad Badawi untuk menghentikan proyek dalam negeri yang diluncurkan pada era kepemimpinannya dulu, seperti mobil nasional Proton dan proposal pembangunan jembatan baru yang menghubungkan Malaysia-Singapura.Pemerintahan Badawi bulan lalu membatalkan jembatan tersebut. Alasannya, pemerintah Singapura meminta terlalu banyak sebagai balasan atas kesepakatan tersebut. Para pengamat politik menduga, Mahathir tengah berupaya merancang mundurnya Badawi dalam periode pertama jabatannya yang akan berakhir pada 2008 mendatang.
(ita/)











































