Peringati Hardiknas di Lebak, Kalla Didampingi Menteri Belanda
Kamis, 04 Mei 2006 12:01 WIB
Lebak - Wapres Jusuf Kalla menghadiri puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (4/5/2006).Kalla didampingi oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Negeri Belanda, Maria van der Hoeven.Acara ini digelar di Alun-alun Multatuli dihadiri oleh pejabat daerah setempat dan siswa SD hingga SMA di bawah cuaca yang cukup terik.Kalla yang mengenakan baju lengan panjang warna krem duduk berdampingan dengan Menteri Van der Hoeven yang mengenakan busana warna putih.Multatuli sendiri adalah nama alias Douwes Dekker, seorang warga negara Belanda di masa penjajahan, yang concern pada nasib kaum pribumi. Oleh rakyat Lebak, nama Multatuli diabadikan menjadi nama alun-alun tempat peringatan puncak Hardiknas digelar.Mendiknas Bambang Sudibyo dalam sambutannya menyatakan, puncak Hardiknas digelar di Lebak untuk memotivasi daerah itu agar giat memberantas buta huruf dan putus sekolah di daerah itu yang sangat tinggi.Uniknya, pembeberan prestasi kurang memuaskan Lebak itu itu justru mendapat tepuk tangan bergemuruh para siswa SD dan SMA.Kalla dalam pidatonya, kembali menegaskan janji pemerintah mengangkat guru-guru bantu menjadi PNS dalam waktu 3 tahun mendatang."Pemerintah terus meningkatkan mutu pendidikan dengan menambah lebih banyak guru. Pasti diangkat guru hororer dalam 3 tahun mendatang," ujar Kalla.Kalla menuturkan, mutu pendidikan selain tergantung dari guru dan anggaran pendidikan, juga tergantung dari kemauan murid untuk belajar.Karena itu Kalla meminta guru dan murid akrab dan aktif dalam mengoperasikan teknologi informasi untuk membantu meningkatkan mutu pembelajaran."Kalian semua pasti sudah mempunyai HP. HP jangan digunakan untuk SMS saja, tapi juga yang lain," ujar Kalla yang sehari sebelumnya mengaku gagap teknologi alias gaptek ini.Widya KramaDalam kesempatan itu, tiga provinsi juga dianugerahi penghargaan Widya Krama. Penghargaan ini diperuntukkan bagi provinsi yang berhasil menuntaskan wajib belajar 9 tahun. Tahun ini penghargaan diberikan pada Jakarta, Yogyakarta dan Bali.Penghargaan serupa juga diterima 11 kabupaten dan 3 kota. Wapres Jusuf Kalla menantang Lebak untuk mendapatkan penghargaan tersebut.Kegiatan lain yang digelar adalah telekonferensi dengan bupati tiga daerah 3 yang mengambil tempat di SMKN Langsa (Aceh Timur), SMKN Martapura (Kalsel), dan SMKN Majene (Sulbar).
(nrl/)











































