Pemerintah Bantah Gegabah

Tuding Aksi Buruh Ditunggangi

Pemerintah Bantah Gegabah

- detikNews
Kamis, 04 Mei 2006 11:24 WIB
Jakarta - Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mensinyalir pihak-pihak yang kalah dalam Pemilu 2004 menunggangi aksi buruh bukan pernyataan gegabah. Pernyataan itu didasarkan pada pengamatan dan analisis."Itu berdasarkan hasil pengamatan dan analisis," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono sebelum melakukan rapat koordinasi (Rakor) Polhukam di Kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (4/5/2006). Juwono menyatakan, sejak beberapa bulan ini pemerintah merasakan banyak pihak yang tidak menang dalam Pemilu 2004 berusaha untuk mengganggu keamanan. Namun saat ditanya siapa pihak yang dimaksud presiden, Juwono belum bisa menjelaskan. Saat ditanya apakah orang itu para mantan calon presiden seperti Megawati, Amien Rais dan Wiranto, dia mengaku belum tahu. "Belum tahu. Saya sendiri sudah mempertanyakan siapa yang membiayai orang-orang (buruh yang berdemo di DPR kemarin) yang datang dari Jawa Barat itu," kata Juwono. Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Syamsir Siregar juga membenarkan ada pihak yang menunggangi aksi buruh yang berujung rusuh di DPR kemarin. "Yang kemarin itu ada orang-orang yang memprovokasi dengan melempar. Lemparan bukan dilakukan oleh buruh. Ada kelompok-kelompok yang mendompleng," kata Syamsir.Syamsir menyatakan kelompok yang mendompleng itu masih dalam penyelidikan. Kelompok itu bertujuan ingin membuat kerusuhan dengan menduduki gedung DPR. "Tidak usah saya buka sekarang, tunggu saja hasil dari kepolisian," tandas Syamsir. Sementara itu Rakor Polhukam yang digelar hari ini dijadwalkan untuk membahas perpanjangan MoU pemerintah dengan Aceh Monitoring Mission (AMM). Rakor yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga sekarang masih berlangsung. Hadir dalam Rakor tersebut yakni Menko Polhukam Widodo AS, Menhan Juwono Sudarsono, Panglima TNI Jenderal Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Menkominfo Sofyan Djalil dan Kepala BIN Syamsir Siregar. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads