Polres Depok Tangani 745 Kasus Selama 2021: Hoax Babi Ngepet-Antigen Palsu

Anggi Muliawati - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 19:12 WIB
Polres Metro Depok
Kapolres Depok Kombes Imran Edwin Siregar (Anggi Muliawati/detikcom)
Depok -

Polres Metro Depok menangani sejumlah kasus menonjol di sepanjang 2021. Salah satunya penyebaran hoax babi ngepet dan swab antigen palsu.

"Pada tahun 2021 tercatat beberapa tindak kriminal yang menonjol yang menjadi perhatian masyarakat antara lain kejahatan cyber seperti penyebaran berita hoax," ujar Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar kepada wartawan, Jumat (31/12/2021).

"Crime total tahun 2020: 895 kasus, 2021: 745 kasus. Crime clearance 2020: 871, 2021: 415," imbuhnya.

Imran mengatakan kasus menonjol terkait penyebaran hoax, yakni adanya babi ngepet yang dilakukan oleh Adam Ibrahim, saat ini dia sudah divonis 4 tahun penjara. Seperti diketahui, kasus tersebut sempat menghebohkan warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

Selain itu, Imran mengatakan Polres Depok menangani kasus pembunuhan wanita, kasus mengganjal ATM, kasus uang palsu. Selain itu, ada kasus swab antigen palsu.

"Kasus swab antigen palsu, terlapor membuat surat antigen palsu ketika pengguna jasa membutuhkan swab antigen dengan keterangan negatif COVID-19 untuk melamar kerja," papar Imran.

Selain itu, Imran mengatakan kasus menonjol lainnya sepanjang 2021 yakni pembunuhan anggota TNI, penganiayaan atlet MMA, pencurian di rumah selebgram, dan terakhir pencabulan yang dilakukan guru ngaji kepada 10 anak muridnya.

"Pelaku merupakan seorang guru ngaji mengancam para korbannya yang berjumlah 10 orang untuk menuruti permintaan pelaku dimana pelaku melaksanakan aksinya di salah satu ruang di majelis taklim," ucapnya.

Lebih lanjut, Imran mengatakan selama 2021 ada penurunan kasus yakni sebanyak 745 kasus. Sedangkan pada 2020 sebanyak 895 kasus.

"Terjadi penurunan sebanyak 150 kasus atau turun sekitar 16,76%," pungkasnya.

(zap/zap)