Kasus Pembunuhan Paling Menonjol di Tangerang Kota Selama 2021

Khairul Ma'arif - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 18:09 WIB
Konferensi pers Polres Metro Tangerang Kota
Konferensi pers Polres Metro Tangerang Kota (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Kasus pembunuhan menjadi tindak kriminal yang paling menonjol di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota selama 2021. Namun angka kejahatan secara keseluruhan menurun.

"Kasus yang menonjol itu pembunuhan. Tahun 2020, klien totalnya 274, kemudian kliennya clear-nya 274 selesai. Kemudian di tahun 2021, klien total 248 kemudian klien clear-nya 240 sehingga terjadi penurunan untuk tahun ini," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Deonijiu de Fatima, dalam konferensi persnya, Jumat (31/12/2021).

"Kemudian penganiayaan berat, penganiayaan, pencurian dan kekerasan kemudian penodongan, perampasan dan pencurian. Kemudian kebakaran dan perjudian serta pemerasan ancaman. Dan ada juga pemerkosaan dan kenakalan remaja," tambahnya.

Lebih lanjut, di malam pergantian tahun, Deonijiu mengatakan pihaknya menyiapkan 1.500 personel. Pengamanan dilakukan oleh petugas gabungan baik dari kepolisian maupun pemkot.

"Kita dari kepolisian untuk seluruh polisi Polres Metro Tangerang Kota sampai seluruh Polsek kurang lebih 1.500 kita semua dengan sistem yang sudah ada untuk melaksanakan pelayanan pengamanan juga dengan TNI dan Pemkot dan masyarakat yang sudah dibentuk dalam sistem pengamanan," ucapnya.

Pemkot Tangerang melarang adanya perayaan pergantian malam tahun baru. Seluruh kegiatan dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.

"Tidak ada kegiatan seperti tadi kembang api petasan tidak diharapkan untuk dilakukan. Batas waktu kita sampai malam jam 9, jam 10 malam Maksimal setelah itu bisa bubar karena saat ini masih dalam suasana hujan kemudian COVID-19 kita mengharapkan masyarakat tetap diam di rumah," tutur Deonijiu.

Deonijiu mengatakan Tangerang Kota tidak memberlakukan car free night. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pengawasan aktivitas masyarakat.

"Kita tidak melaksanakan namun tetap melakukan pengawasan agar tidak terjadi aktivitas yang lebih di malam hari. Kita memberikan himbauan kepada mereka untuk bubar atau pulang ke rumah. Kemudian tempat tadi hiburan kita juga melakukan pengamanan menyampaikan kepada mereka bisa dilaksanakan tapi tidak banyak orang ya menjaga jarak kemudian tidak terlalu banyak penumpukan masyarakat di situ," ungkapnya.

(eva/eva)