SBY - Abbas Bicara Via Telepon

SBY - Abbas Bicara Via Telepon

- detikNews
Kamis, 04 Mei 2006 01:20 WIB
Amman - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Rabu (3/5/2006) pukul 14.30 waktu Amman, mengadakan pembicaraan dengan Palestina Mahmoud Abbas melalui telepon. Sebelumnya telah dijadwalkan Presiden SBY bertemu dengan Presiden Abbas di Amman, Yordania, tetapi batal karena Presiden Abbas tidak dapat meninggalkan Palestina dengan alasan keamanan dalam negeri."Saya sudah berkomunikasi dengan Presiden Abbas melalui telepon. Dalam pembicaraan dengan beliau, saya menyampaikan harapan dan aspirasi rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, agar Indonesia bisa berperan lebih aktif dan lebih luas dalam rangka menuntaskan penyelesaian masalah Palestina, terutama dalam kaitan konflik Palestina - Israel," kata Presiden di kepada wartawan termasuk wartawan detikcom Budiono Darsono, di Hotel Four Seasons, Amman, Rabu sore waktu setempat. "Indonesia mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina untuk menjadi negara yang berdaulat dan merdeka," lanjutnya.Ikut mendampingi Presiden SBY pada saat melakukan konferensi pers adalah Menko Perekonomian Boediono, Menlu Hassan Wirajuda, Mendag Mari Pangestu, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi serta dua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.Dalam pembicaraan melalaui telepon itu, Presiden SBY mengungkapkan harapannya agar pemerintah baru di Palestina dan Israel tetap mencari pintu masuk baru untuk melanjutkan negosiasi dalam kerangka proses perdamaian sampai tercapai hasil yang adil sesuai dengan keinginan masyarakat global, yaitu dua negara yang hidup berdampingan secara damai dengan kemerdekaan dan kedaulatan masing-masing. "Tetapi hal itu tentunya harus mematuhi resolusi PBB maupun kesepakatan-kesepakatan sebelumnya," kata Presiden.Meskipun keadaannya sulit, tetapi Indonesia berpendapat bahwa masyarakat dunia harus memberikan ruang dan kesempatan kepada kedua negara untuk memulai lagi perundingan dan negosiasinya. Lebih lanjut Presiden SBY mengatakan, bahwa Indonesia berharap agar pemerintahan Palestina bisa melanjutkan tugas-tugasnya, baik untuk memenuhi keperluan warga negaranya dan juga melanjutkan penyelesaian konflik secara damai. "Oleh karena itu Indonesia berpendapat, masyarakat dunia harus membantu agar sumber daya dan kapasitas itu dimiliki oleh pemerintah Palestina untuk menjalankan tugas-tugasnya sambil memenuhi keperluan warga negaranya," jelas Presiden. "Khusus untuk bantuan kemanusiaan, Indonesia berpendapat tidak sepantasnya bantuan itu diputuskan karena ini adalah memang kebutuhan rakyat Palestina yang tidak bisa digantikan dan dikaitkan dengan permasalahan politik apa pun," kata Presiden SBY.Presiden SBY mengucapkan terimakasih atas surat Presiden Palestina yang ditujukan kepadanya melalui utusan khusus Presiden Palestina Dr.Nabeel Saad beberapa waktu lalu, di mana dalam surat itu Mahmoud Abbas minta agar Indonesia berperan lebih aktif dan masuk dalam forum internasional yang mendorong penyelesaian lanjutan masalah Palestina. "Atas permintaan itu, saya menjawab bahwa Indonesia sangat bersedia dan tentunya akan menjadi bagian dalam kelanjutan proses damai ini, dan sekaligus menjadi bagian untuk memastikan bahwa sumber daya dan bantuan kemanusiaan untuk Palestina bisa berlanjut," ungkap Presiden SBY. "Bahkan saya mengatakan, saya akan mengangkat utusan khusus dengan staf dan tugas yang jelas, agar keberadaan Indonesia terus menerus menjadi bagian dari semua upaya untuk melanjutkan peace proses tersebut," tambahnya.Presiden SBY berharap agar pada saat Presiden Abbas datang berkunjung ke Indonesia pada bulan Juni nanti seperti yang diakatakannya, sudah ada langkah-langkah dan format kerjasama yang lebih definitif dari Indonesia. (bdi/)



Berita Terkait