Soroti Andil Oknum TNI di Kasus TKI Ilegal, Golkar Duga Dipicu Kesejahteraan

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 07:27 WIB
Bobby Adhityo Rizaldi
Foto: Bobby Adhityo Rizaldi. (Dok Pribadi).

TNI AU Pastikan Usut Tuntas Dugaan Tersebut

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan saat ini TNI AU masih terus melakukan pendalaman secara serius. Indan menjelaskan TNI AU berkoordinasi dengan lembaga terkait lainnya untuk membuat permasalahan menjadi terang.

"Sesuai instruksi pimpinan TNI AU, kami masih melakukan pendalaman dengan berkoordinasi dengan semua stakeholder untuk menggali dan mengembangkan informasi lebih lanjut agar masalahnya lebih jelas," ujar Indan dalam keterangannya, Rabu (29/12/2021).

Indan mengungkapkan, apabila dalam perkembangannya terbukti ada oknum prajurit TNI AU yang terlibat dalam proses pengiriman TKI ilegal, dipastikan prajurit tersebut disanksi hukum secara tegas. Menurutnya, hal tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Oknum TNI yang Terlibat Seorang Tamtama

Deputi VII Kemenko Polhukam Marsda TNI Arif Mustofa mengungkapkan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan bertemu Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pekan ini. Pertemuan itu terkait dugaan anggota TNI terlibat pengiriman TKI ilegal ke Malaysia.

"Dari BP2MI akan bertemu dengan Panglima TNI dalam minggu ini, akan menyampaikan press conference sesuai dengan tahapan-tahapan yang berlaku," kata Arif dalam acara diskusi bersama media di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (30/12/2021).

Arif menuturkan nantinya Jenderal Andika yang akan menyampaikan siapa saja prajurit TNI yang terlibat dalam kasus tersebut. Dia menyebut anggota TNI yang terlibat diduga berpangkat tamtama.

"Akan disampaikan oknum-oknum siapa saja yang terlibat, terutama yang dari TNI, dalam kegiatan tersebut, di mana khususnya yang TNI AU, sementara ini adalah seorang tamtama... dan Kadispen AU juga sudah press release, mungkin juga bisa ditelusuri bersama untuk lebih detailnya," ujarnya.


(eva/zak)