Eks Bupati Lamteng Bantah soal 'Pesan Ancaman' untuk Azis Syamsuddin

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 19:51 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menjalani sidang perdana kasus suap mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Azis didakwa memberi suap sekitar Rp 3,6 miliar.
Azis Syamsuddin (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa mengaku tidak pernah menitipkan pesan ancaman untuk Azis Syamsuddin melalui mantan Bupati Kukar Rita Widyasari. Mustafa mengaku tidak pernah mengobrol banyak dengan Rita.

"Waktu itu pernah bertemu di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan di situ pertemuan tidak berlangsung lama, karena dia lagi PK saya lihat Rita orangnya baik dan saling mendoakan karena kita sama-sama lagi ada masalah, cuma say hello saja," kata Mustafa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (30/12/2021).

Pengacara Azis, Rivai Kusumanegara lantas bertanya mengenai pesan ancaman Mustafa. Dia pun membantah itu.

"Rita saat diperiksa di persidangan ini, mengatakan saudara merasa pernah menyampaikan ancaman kepada terdakwa melalui Rita kalau kita memberikan rekomendasi akan membuka soal-soal DAK Lamteng?" tanya Rivai.

"Tidak pernah, apalagi Rita perempuan. untuk apa saya mengancam, itu kan penafsiran saja. Masyarakat Lamteng tahu saya, nggak pernah saya marah apalagi mengancam," jawab Mustafa.

Dalam persidangan sebelumnya, Rita Widyasari mengaku pernah bertemu dengan mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa. Pada pertemuannya itu, Rita mengaku dititipkan pesan 'ancaman' untuk disampaikan ke Azis Syamsuddin.

"Beliau pernah tahu saya dengan Bang Azis dekat. Beliau pernah menyampaikan kalau Bang Azis berkunjung, tolong sampaikan bantu-bantu dia untuk urusan istrinya, Istrinya mau jadi bupati," jelas Rita di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (23/12).

"Agak sedikit mengancam sebenarnya Mustafa itu, mengatakan 'Kalo nggak, saya buka nih kasusnya'," kata Rita.

Dalam sidang ini, Azis Syamsuddin duduk sebagai terdakwa. Dia didakwa memberi suap ke mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin dan Maksur Husain sekitar Rp 3,6 miliar.

Jaksa mengatakan Azis memberi suap itu dengan maksud agar AKP Robin selaku penyidik KPK saat itu mengurus kasus yang melibatkan namanya dan Aliza Gunado. Azis disebut jaksa memberi suap agar dia dan Aliza Gunado tidak menjadi tersangka KPK.

(zap/dwia)