Premium Mau Dihapus, PPP Minta Pemerintah Subsidi Pertamax

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 18:00 WIB
Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Rojih Ubab Maimoen
Foto: PPP
Jakarta -

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Rojih Ubab Maimoen menyikapi tiga isu penting menjelang pergantian tahun 2022. Salah satu isu yang ditanggapi oleh pria yang akrab disapa Gus Rojih ini ialah rencana pemerintah melakukan penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium mulai tahun depan.

"Jika pemerintah berencana melakukan penghapusan BBM bersubsidi demi menghindari dampak emisi yang dapat merusak lingkungan, itu tidak jadi masalah. Namun, harus ada kompensasi yakni berupa subsidi bagi BBM yang ramah lingkungan seperti pertamax," ujar Rojih dalam keterangan tertulis, Kamis (30/12/2021).

Menurutnya, subsidi pemerintah tidak bisa ditiadakan begitu saja. Sebab, hal ini dapat melanggar pasal 33 ayat 3 UUD 1945. Anggota DPR Fraksi PPP ini pun menjelaskan bahwa BBM berkenaan dengan kepentingan semua kalangan, sehingga dampaknya terhadap penurunan daya beli masyarakat harus dipikirkan.

"Sebesar apapun kenaikan bahan bakar akan sangat berpengaruh pada sektor lain, seperti lonjakan harga sembako, penurunan daya beli masyarakat, serta peningkatan ongkos produksi industri dan UMKM," jelasnya.

Selain itu, Gus Rojih juga diketahui memprotes naiknya harga sembako menjelang tahun baru. Ia menilai pemerintah harus mampu menjaga stabilitas harga barang agar tidak memberatkan kondisi ekonomi masyarakat yang sampai saat ini belum pulih akibat pandemi COVID-19.

"Stabilitas harga sembako akan berefek pada stabilitas perekonomian masyarakat dan akan berujung pada stabilitas sosial. Pasca COVID-19, kondisi perekonomian masyarakat sangat lemah sehingga akan sangat memberatkan jika sembako ikut naik," tutur Gus Rojih.

Ia pun ikut menyoroti munculnya kasus varian baru COVID-19 Omicron yang hingga kini sudah terdeteksi sebanyak 68 kasus. Ia menekankan agar pemerintah serius mengatasi dan mencegah penyebaran varian baru COVID -19 ini di Tanah Air.

"Sebab, jika sedikit saja lalai maka lonjakan kasus akan meledak, dan kita akan kembali ke dalam situasi seperti awal kemunculan COVID dua tahun lalu," tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pemerintah agar terus memperketat penerapan protokol kesehatan. Adapun hal ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19 varian baru yang dipicu oleh kerumunan warga pada saat menyambut tahun baru.

(ncm/ega)