Satgas Perketat Pintu Masuk di Batam Usai Temuan Hasil Tes PCR Palsu

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 17:23 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 memperketat pengawasan pintu perbatasan melalui transportasi laut khususnya di Batam. Langkah ini dilakukan menyusul merebaknya varian Omicron dan hasil tes PCR palsu yang dibawa PMI dari Malaysia.

"Entry test untuk setiap orang yang datang (sebagian besar PMI) dari Malaysia dan Singapura menjadi keharusan. Selain itu, kami juga akan menambah tempat-tempat karantina baru," tutur Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan dalam keterangan tertulis, Kamis (30/12/2021).

Batam merupakan satu dari dua gerbang kedatangan melalui laut yang dibuka pemerintah dalam situasi pandemi COVID-19. Saat ini rata-rata kedatangan harian mencapai 250 orang berasal dari Singapura dan Johor, Malaysia.

Berdasarkan analisis ketersediaan tempat tidur karantina terpusat pemerintah maupun hotel di Batam diperlukan 2.750 tempat tidur. Sementara ketersediaan tempat tidur sebanyak 2.712 sehingga kurang 38 tempat tidur. Dengan asumsi pemakaian hotel yang maksimum, masih terdapat kekurangan tempat karantina PPLN.

"Kenyataan di lapangan, kedatangan PMI lebih banyak dibandingkan non-PMI dan keterpakaian hotel tidak sebanyak fasilitas milik pemerintah. Dengan demikian, fasilitas karantina milik pemerintah harus ditambah agar tidak menimbulkan penumpukan," ujar Fajar.

Saat ini keterisian tempat tidur karantina terpusat untuk PMI, pelajar, dan ASN di Batam mencapai 95 persen. Adapun untuk hotel sebesar 32 persen. Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menambahkan, selama periode Desember ditemukan 353 orang positif COVID-19.

"Angka ini naik dua kali lipat lebih dari 168 kasus pada November. Sebagian besar positif saat tes PCR kedua. Ini menunjukkan karantina 10 hari efektif untuk melakukan penyaringan, sehingga penularan lebih luas bisa dicegah," kata Wiku.

Dari kasus penularan COVID-19, pelaku perjalanan internasional melalui Batam, hasil whole genome sequencing (WGF) belum menemukan satu pun Varian Omicron. Menurut Wiku, prioritas mitigasi transmisi jalur laut Batam saat ini adalah memperketat penjagaan perbatasan mengingat banyak PMI dari Malaysia yang ternyata positif COVID-19.

"Selain itu, penambahan tempat tidur karantina juga menjadi prioritas pemerintah saat ini demi mengantisipasi peningkatan kedatangan di periode Natal dan Tahun Baru," jelas Wiku.

(akn/ega)