Satgas Pangan Turunkan 3 Tim Cek Sembako Jelang Tahun Baru, Ini Hasilnya

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 14:59 WIB
Satgas Pangan Pantau Pasar Kramat Jati
Satgas Pangan Pantau Pasar Kramat Jati (Wildan/detikcom)
Jakarta - Satgas Pangan Bareskrim menerjunkan tiga tim untuk mengecek sembako menjelang tahun baru 2022. Pengecekan dilakukan di Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur.

Salah satu tempat yang dipantau oleh tim Satgas Pangan adalah Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Tim menemukan harga sembako yang beragam.

"Kita menemukan beberapa varian harga sembako. Seperti tadi kita lihat di telur, untuk masalah telur tadi ada penurunan, dari Rp 31 ribu menjadi Rp 30 ribu. Kemudian cabai rawit merah, dari harga Rp 120 ribu menjadi Rp 100 ribu. Kemudian harga cabai hijau kuning juga ada penurunan," kata Wakil Ketua Analisa dan Evaluasi Satgas Pangan, Kombes Eka Mulyana, saat meninjau Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (30/12/2021).

"Kemudian berkaitan juga dengan harga minyak goreng. Minyak goreng juga ada penurunan, untuk minyak goreng kemasan, yang kemarin harganya sekitar Rp 27 ribu sekarang sudah turun menjadi Rp 20 ribu. Sedangkan untuk minyak curah juga sama, ada penurunan juga menjadi Rp 18 ribu," sambung Eka.

Eka juga sudah mengecek ketersediaan pangan ke beberapa distributor di Cibitung dan Kramat Jati. Dia memastikan ketersediaan pangan hingga awal 2022.

"Jadi untuk stok alhamdulillah kita masih memadai untuk akhir tahun hingga awal bulan Januari," ujar Eka.

Eka mengatakan pihaknya sudah melakukan survei di beberapa tempat, dari Jakarta hingga Jawa Timur. Berdasarkan hasil survei, tidak ada penimbunan barang yang dilakukan oleh pengecer.

"Dan saya lihat juga, barang yang masuk sekarang ini tidak ada yang ditimbun. Jadi barang itu semuanya datang, kemudian keluar. Jadi tidak ada penimbunan tersebut. Tadi juga kita lihat bersama, para pengecer membeli barang sesuai dengan keperluannya," kata dia.

Satgas Pangan Pantau Pasar Kramat JatiSatgas Pangan Pantau Pasar Kramat Jati (Wildan/detikcom)

Untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman, Eka mengatakan Satgas Pangan akan melakukan pengawasan secara langsung terhadap para distributor.

"Kita lihat dari rantainya, dari distribusinya. Contoh ambil cabai dari Muntilan. Distribusi dari Muntilan itu ada, dan dari distributor ke agen itu ada. Saya kira dengan situasi yang ada ini mencukupi lah," ujarnya.

Selain itu, Eka mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan polres dan polsek di seluruh Indonesia untuk senantiasa melakukan pengawasan ketersediaan pangan.

"Jelas kita awasi, karena selain dari kami Bareskrim teman-teman dari polres dan Polsek juga melakukan pengecekan, mulai dari Merauke sampai Sabang, jadi kita tidak hanya melakukan pengecekan di Jakarta saja," tutur Eka. (knv/knv)