Byar!! Yahukimo Terang dengan Listrik Tenaga Surya

Byar!! Yahukimo Terang dengan Listrik Tenaga Surya

- detikNews
Rabu, 03 Mei 2006 19:50 WIB
Jakarta - Beberapa waktu yang lalu, malam di Yahukimo, Papua, sangat gelap gulita. Namun dalam waktu dekat, warga setempat akan bergembira. Sebab, listrik akan masuk ke daerah itu. Byar! Malam di Yahukimo jadi terang deh!Listrik tersebut dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan mengupayakan listrik di dataran tinggi itu.Demikian disampaikan Menko Kesra Aburizal Bakrie dalam jumpa pers di kantor Kementerian Koordinator Kesra Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (3/5/2006)."Untuk mikrohidro, sementara baru akan diupayakan di daerah Kurima dan Holuwon. Dengan mikrohidro sebenarnya listrik bisa jadi lebih murah. Diharapkan Juli bisa selesai," ujar Ical, sapaan akrab Aburizal.Untuk keperluan pengadaan listrik dari tenaga surya, dari Departemen ESDM sendiri dikucurkan dana Rp 2,5 miliar. Sementara untuk pengadaan listrik dari mikrohidro, dananya berasal dari dana tanggap darurat. Ical juga mengatakan, Kementerian Perumahan Rakyat akan membangun 50 rumah percontohan yang disebar di 17 titik. Sekitar 5 rumah sengaja dibangun di dekat sekolah untuk tempat tinggal tenaga pengajar."Banyak warga di Yahukimo yang meninggal karena infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) karena rumah yang tidak sehat," kata Ical.Ditambahkannya, selama ini rumah yang dihuni oleh warga tidak memiliki ventilasi. Padahal mereka terbiasa membakar atau memasak dengan kayu di dalam rumah. Karena itu, rumah yang sekarang dibangun adalah rumah kayu yang dilengkapi ventilasi untuk sirkulasi udara. Untuk keperluan pembangunan perumahan ini, Departemen Perumahan Rakyat mengucurkan Rp 2,5 miliar.Dikatakan Ical, hingga 29 April 2006, total bantuan yang dikirimkan ke Yahukimo telah mencapai 758 ton dari 1.000 ton yang ditargetkan. Rinciannya, 487 ton beras, 222 ton ubi, dan lain-lain 49 ton. Kepada penduduk juga telah didistribusikan 3.000 set alat-alat pertanian seperti cangkul, linggis, dan parang. Namun begitu, Ical mengimbau agar masyarakat tidak menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian saja. Karena itu Departemen Pertanian akan mempersiapkan kambing untuk diternakkan warga. Sebagai alat transportasi, akan digunakan kuda asal Kuningan, Jawa Barat. "Sengaja tidak pakai kuda Sumbawa, karena kuda ini tidak bisa di daerah pegunungan," imbuh Ical. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads