DLH DKI: 465 Ribu Kendaraan Uji Emisi Sepanjang 2021

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 11:47 WIB
Ilustrasi kebijakan uji emisi di DKI Jakarta.
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat, sebanyak 465 ribu kendaraan bermotor telah menjalani uji emisi. Lonjakan jumlah kendaraan yang melakukan uji emisi terjadi pada bulan November tahun ini mencapai 19 ribu kendaraan.

"Terakhir di 2021 kita catat ada 465 ribu kendaraan yang telah melakukan uji emisi," kata Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan DLH DKI Jakarta, Yusiono dalam diskusi Balkoters Talk berjudul Tekan Emisi, Jakarta Bebas Polusi yang disiarkan di Youtube, Kamis (30/12/2021).

Yusiono menyebutkan program uji emisi di Jakarta telah bergulir sejak tahun 2005. Berdasarkan grafik yang dipaparkan Yusiono, jumlah kendaraan yang diuji emisi cenderung fluktuatif dari tahun ke tahun.

Barulah di tahun 2021, jumlahnya mengalami lonjakan signifikan mencapai 465.048 kendaraan. Sebagai informasi, di tahun ini Pemprov DKI Jakarta sempat merencanakan penerapan sanksi tilang bagi kendaraan yang tidak lolos uji emisi.

"Mulai Januari sampai dengan akhir Desember ini dan memang kita bisa lihat di sini ada peak di bulan November. Itu perbandingan di tahun 2021," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta batal menerapkan sanksi tilang bagi kendaraan bermotor yang tidak lolos uji emisi pada 13 November mendatang. Kepala Dinas Lingkungan DKI Asep Kuswanto menuturkan penerapan sanksi tilang akan ditunda hingga tahun depan.

"Kayaknya akan kita tunda ya, karena memang dirasa kesiapan jumlah kendaraan yang sudah diuji emisi kan masih sangat sedikit, jadi akan kita tunda. Dan penundaannya sampai kapan, mudah-mudahan sih di awal Januari tahun depan," kata Asep di DPRD DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/11/2021).

Asep mengatakan Pemprov DKI akan menggencarkan sosialisasi kepada pemilik kendaraan bermotor serta penambahan lokasi uji emisi bagi kendaraan roda empat dan roda dua. Dia menargetkan penambahan lokasi uji emisi hingga 500 bengkel.

Meskipun ditunda, uji emisi ini nantinya juga akan digunakan sebagai salah satu syarat ketika masyarakat akan membayar pajak kendaraan, dengan kata lain pada saat hendak memperpanjang STNK.

"Uji emisi jadi salah satu persyaratan pembayaran pajak yang rencananya dalam PP tersebut berlaku 2 tahun sejak ditetapkan. (Misalnya) ditetapkan bulan Februari 2021, maka akan berlaku di bulan Februari 2023," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/11/2021).

Aturan uji emisi menjadi syarat pembayaran pajak ini termaktub dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. PP itu telah diresmikan pada 2 Februari 2021.

Simak juga 'Aplikasi Ini Bisa Mendeteksi Kendaraan yang Tidak Lolos Uji Emisi':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/tor)