Tolak Bupati Banyuwangi, Warga Gelar Istighosah

Tolak Bupati Banyuwangi, Warga Gelar Istighosah

- detikNews
Rabu, 03 Mei 2006 19:15 WIB
Surab aya - Diperkirakan 15 ribu orang akan turun mengkuti istighosah di Lapangan Blambang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (4/5/2006). Aksi yang diikuti sebagian besar warga Banyuwangi ini untuk menolak Bupati Ratna Ani Lestari yang kebijakannya dinilai merugikan rakyat.Rencana aksi ini dibenarkan oleh Ketua PWNU Jatim Ali Mascan Moesa kepada wartawan usai menemui pengurus DPW PKB Jatim di Kantor PWNU Jatim, Jl Raya Darmo 91, Surabaya, Rabu (3/5/2006)."Rencananya memang begitu, sekitar 15 ribu orang akan istighosah besok. Mereka tidak percaya kepada bupati sana," ungkap Ali Maschan yang mengaku mendengar rencana itu setelah diundang pengajian di Banyuwangi dua hari lalu.Namun sejauh mana teknis rencana itu, Ali Maschan tidak banyak tahu. "Saya kemarin ke sana lalu diberitahu. Ya begitu aja. Saya hanya bisa berharap aksi itu dilakukan dengan damai tanpa ada kekerasan," katanya.Menurut Ali Maschan, sebagian masyarakat setempat memang sudah kecewa dengan gaya dan kepemimpinan Bupati Ratna yang terlalu bersikap diskriminatif dalam membuat kebijakan. Ali mencontohkan, kebijakan Bupati Ratna yang mendapat tentangan dari NU adalah mengenai pendidikan gratis bagi siswa sekolah dasar negeri, sedangkan itu tidak berlaku bagi Madrasah yang notabene dikelola NU."Jelas kebijakan itu menyakitkan warga Nahdliyin. Itu namanya tidak adil, apalagi jumlah madrasah di sana jumlahnya cukup banyak," terangnya. Kebijakan lain yang mengecewakan rakyat, kata Ali, adalah pemberhentian massal kepala SD se Banyuwangi.Dan yang membuat umat muslim di Bumi Blambangan kecewa itu muncul kabar miring terkait agama sang bupati. "Semua kan sudah tahu kalau suami dia itu non muslim,"katanya."Lha salah satu kepala SD yang diberhentikan dan nonjob itu adalah Ketua PCNU. Itu namanya bupati tidak lagi punya hati nurani," tegas Ali Maschan. Ali mewanti-wanti kepada institusi NU setempat untuk melibatkan secara organisasi. "Ya kalau pribadi-pribadi tidak bisa dilarang," tegasnya. (jon/)


Berita Terkait