Widodo: Penggerebekan Wonosobo Kurangi Kemampuan Teroris
Rabu, 03 Mei 2006 18:51 WIB
Jakarta - Polisi menewaskan 2 tersangka teroris dan menangkap 2 orang lainnya saat penggerebekan di sebuah rumah di Wonosobo, Jawa Tengah. Penggerebekan itu diyakini akan mengurangi kemampuan jaringan teroris.Demikian disampaikan oleh Menko Polhukam Widodo AS usai rapat soal Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias di Kantor Menko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (3/5/2006)."Saya kira penggerebekan yang di Malang maupun di Wonosobo itu menghasilkan yang sangat berarti untuk mengurangi dan menekan kemampuan teroris, karena di Wonosobo juga ditangkap orang-orang yang punya peran salah satunya adalah asisten Azahari dalam merakit bom, kurir Noordin, dan pelatih bom Kedubes Australia," ujar dia.Widodo menjelaskan, apa yang dilakukan Polri dengan dukungan semua pihak merupakan rangkaian proses yang panjang sejak penggerebekan beberapa waktu lalu, dengan mengembangkan beberapa keterangan, baik dari pelaku sebelumnya maupun informasi lain."Kita apresiasi apa yang telah dilakukan Polri yang didukung oleh elemen lain seperti TNI dan intelijen. Apa yang didapatkan di sana saya kira membuktikan bahwa ancaman teror adalah ancaman yang nyata," terang Widodo.Ditambahkan dia, penemuan 2 bom di Temanggung yang memiliki kekuatan setara bom Bali II menunjukkan kemampuan yang dimiliki para teroris masih ada. Namun diyakini penemuan itu akan mengurangi kemampuan dari para teroris untuk melakukan teror bom."Untuk itu semua elemen masyarakat harus menghadapi dan memperhatikan sungguh-sungguh ancaman ini. Semuanya harus mendukung aparat keamanan dan pemerintah," demikian Menko Polhukam Widodo AS.
(san/)











































