Logistik Minim, Petugas Barak Pengungsi Merapi Ngutang

Logistik Minim, Petugas Barak Pengungsi Merapi Ngutang

- detikNews
Rabu, 03 Mei 2006 18:47 WIB
Yogyakarta - Pengungsi Merapi dari Kabupaten Sleman terus berdatangan. Namun untuk mencukupi kebutuhan konsumsi bagi para pengungsi, pengelola barak terpaksa ngutang di warung terdekat.Seperti di barak Desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan, Sleman yang menampung 100-an pengungsi lansia, orang cacat, ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak balita, saat ini kekurangan bensin dan minyak tanah untuk menghidupkan genset dan kompor minyak tekan. Bahkan dana untuk pembelian sayuran untuk lauk pengungsi juga belum ada. Saat ini penanggung jawab barak sudah meminta segera dikirim tambahan logistik, namun belum mendapat kiriman. Selain itu, tidak ada dana cadangan dari posko di kecamatan yang bisa digunakan secara cepat untuk kebutuhan mendadak."Selasa malam kita terpaksa urunan (patungan) beli bensin untuk menghidupkan genset selama 12 jam. Satu genset ternyata butuh bensin sekitar 25 liter," kata Heri Prasetyo, penanggungjawab logistik barak Desa Glagaharjo kepada wartawan, Rabu (3/5/2006).Heri mengatakan, pihaknya juga terpaksa ngutang di warung terdekat untuk pembelian minyak tanah dan beberapa lauk pauk, seperti tempe dan tahu dan sayur-sayuran. Selama dua hari ini pengungsi sudah merasa bosan dengan menu masakan yang hanya nasi, mi instan, kecap dan sardines. "Barak sudah ngutang sekitar Rp 100 ribu untuk pembelian tempe, tahu dan kebutuhan lainnya. Sebab selama dua hari ini pengungsi sudah merasa bosan dengan menu masakan yang hanya nasi, mi instan, kecap dan sardines," katanya. Menurut dia, kekurangan logistik itu sudah dilaporkan ke posko kecamatan dan kabupaten, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan. Bensin dan minyak tanah sangat dibutuhkan saat ini. Meski di barak sudah ada aliran listrik PLN, tapi tidak mencukupi. "Sekitar barak masih tampak gelap. Bila dinyalakan malah mati semua. Bahkan untuk beli minyak tanah kami terpaksa utang di warung terdekat," katanya.Selain kekurangan logistik makanan, kata Heri, hingga hari ini para pengungsi belum menerima bantuan berupa sarung, selimut dan pakaian bayi. Demikian juga dengan susu untuk balita, pembalut wanita dan sabun mandi juga belum ada. "Mereka kemarin terpaksa beli sabun sendiri di warung terdekat. Sedang air untuk kebutuhan MCK juga belum mencukupi. Jadi kalau kondisi masih minim, kami juga tidak berani memaksa warga turun," kata Heri. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads