PWNU Jatim Dinginkan Situasi Tuban Pascarusuh
Rabu, 03 Mei 2006 18:38 WIB
Surabaya -
Pascarusuh Tuban, PWNU Jatim langsung menurunkan tim investigasi untuk mencari fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Hasilnya nanti akan dijadikan pijakan NU untuk mendinginkan suasana di Bumi Ronggolawe."Posisi NU hanya sebagai pendingin saja. Tidak berpihak ke satu kelompok di sana. Termasuk NU tidak ikut campur soal masalah pilkada," tegas Ketua PWNU Jatim Ali Mashcan Moesa.Ha ini disampaikan usai menerima pengurus PKB Jatim yang dipimpin Imam Nachrowi di Kantor PWNU Jatim, Jl Raya Darmo, Surabaya, Rabu (3/5/2006).Sebab, peran NU lebih strategis untuk kemaslahatan umat, termasuk di Tuban. "Yang penting bagaimana supaya situasi Tuban kembali tenang dan kondusif.Persolaan pilkada biar ditangani yang lain, itu bukan urusan NU," terangnya.Namun meski tidak ingin campur tangan, Ali mempunyai pandangan mengenai latar belakang terjadinya amuk massa yang sasarannya aset pribadi milik Bupati TubanHaeny Relawati."Ada tidak masalah yang kemungkinan sebagai pemicunya," katanya. Yang pertama, terang Ali, ada ketidaksabaran salah satu kelompok terhadap prosespilkada yang memang belum final itu. Yang kedua, ada kesenjangan antara pemimpin daerah dengan rakyatnya. Dan yang terakhir, ada persaingan antar-pengusaha."Lihat saja, sasaran kemarahan massa selalu milik Heany dan suaminya. Itu artinya ada kesenjangan yang terjadi. Selain itu jarang sekali ada pertemuan antar-ulama yang secara khusus digelar bupati di pendopo," jawab Ali.Ali Maschan mencontohkan, dirinya sebagai ketua NU selama ini belum pernah diundang untuk pertemuan khusus dengan ulama di sana. "Satu kalipun tidakpernah. Itu sama saja dengan kesenjangan. Itu yang dirakan warga di sana," katanya.Rusuh di Tuban terjadi pada 29 April. Massa pendukung pasangan Noor Nahar Hussein-Go Tjong Ping (Nonstop) -- jagoan PDIP dan PKB -- protes dengan hasil Pilkada Tuban yang dimenangkan Haeny Relawati-Lilik Soehardjono (HeLi).Massa Nonstop kemudian membakar kantor KPUD, Pendopo Bupati, dan rumah dinas bupati Tuban, kemudian 2 rumah warga, serta Hotel Mustika dan sebuah pom bensin milik suami Haeny. Haeny sendiri merupakan jagoan yang diusung Partai Golkar.41 Orang ditetapkan polisi sebagai tersangka. Tujuh di antaranya diduga sebagai provokator kerusuhan Tuban.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































