Sultan Minta Bantuan Jangan Dipakai Bancakan
Rabu, 03 Mei 2006 18:29 WIB
Yogyakarta - Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar berbagai bantuan untuk pengungsi Merapi tidak dijadikan bancakan atau rayahan pejabat. Bila dijadikan bancakan akan ketahuan karena akan selalu diawasi. "Arep nggo bancaan, ya silahkan. Memangnya nggak ada pengawasan," tegas Sultan di kantor gubernur di Kepatihan Jl Malioboro, Yogyakarta, Rabu (3/5/2006).Dia mengatakan semua bantuan terutama yang melalui Dinas Sosial akan diawasi sesuai prosedur yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. "Ya semua harus prosedural, pengawasannya harus memenuhi persyaratan. Nanti ada, BPKP, ada BPK dan Bawasda. Kalau tidak ya urusannya kejaksaan," katanya.Ditanya mengenai bantuan Menteri Sosial Bachtiar Chamsah sebesar Rp 250 juta melalui Dinas Sosial Provinsi DIY untuk penanggulangan bencana Merapi, Sultan mengatakan dana itu langsung diberikan kepada Kabupaten Sleman melalui bupati. Sebab bupati sebagai ketua panitia pengawas dan pelaksana penanggulanganbencana alam. "Semua sudah diberikan ke bupati. Bantuan dari pemerintah Provinsi DIY juga sudah disalurkan melalui Pemkab Sleman," katanya.Sementara itu secara terpisah Kepala Dinas Sosial Propinsi DIY, Riswanto ketika dihubungi detikcom mengatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi mengahadapi bahaya Merapi. Langkah-langkah itu diantaranya memberikan latihan pengelolaan dapur umum bagi warga masyarakat di sekitar barak pengungsian pada tangga 24-25 April lalu. Selanjutnya menyalurkan bantuan berupa beras sebanyak 12 ton, mie instan 390 dos, minyak goreng 35 dos, kecap, sambal, dan sarden masing-masing 9 dos. Selain itu juga menyerahkan bantuan tenda peleton, genset, lampu sorot dan dapur umum lapangan masing-masing 9 unit dan tikar sebanyak 150 lembar."Semua bantuan itu dari depsos semua, sedang bantuan dari ihak lain sampai sekarang belum ada," kata Riswanto.
(jon/)











































