Menakertrans Pertanyakan Buruh Masih Bergolak
Rabu, 03 Mei 2006 17:34 WIB
Jakarta - Aksi buruh menolak revisi UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK) hari ini berlangsung panas. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno tidak habis mengerti buruh terus saja bergolak menolak revisi UUK.Hal itu disampaikan Erman di sela-sela acara workshop bertajuk "Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi Regional" di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (3/5/2006). Sebelumnya pada Senin 1 Mei lalu, Erman mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan untuk mengedrop draf revisi yang lama. Draf revisi itu sedang dikonsep ulang mulai dari pengkajian oleh pihak akademisi."Wong revisi UUK sudah disepakati (untuk) didrop, kok masih bergolak? Itu kan pertanyaannya," kata Erman.Erman mengaku tidak tahu apa muatan aksi buruh. Ketika ditanya apakah aksi buruh yang terus terjadi merupakan suatu bentuk ketidakpercayaan rakyat pada pemerintah, Erman tidak mau membenarkan atau membantahnya."Saya tidak tahu apa muatannya. Saya tidak mau mengira-ngira karena nanti bisa salah paham," kata Erman. Erman lantas menyatakan draf revisi UUK yang beredar di masyarakat tidak utuh. Karena itu Menakertrans Erman Suparno enggan menanggapi pro kontra revisi UUK yang berkembang di masyarakat."Kalau ditanggapi berarti menanggapi sesuatu yang tidak utuh. Yang harus direspons adalah pemikiran pemerintah untuk membenahi sistem tenaga kerja," kata Erman. Untuk ke depan, Erman berharap bisa mengurangi resistensi dan permasalahan lain di sektor ketenagakerjaan sehingga hak pekerja dan buruh tetap terlindungi dan kesejahteraannya tetap terjamin.
(iy/)











































