Antisipasi Omicron, Kemenkumham Perketat Pintu Masuk ke Indonesia

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 13:10 WIB
Yasonna Laoly (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Yasonna Laoly (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan pengetatan akses dari luar negeri ke Indonesia. Hal itu dilakukan guna upaya mengantisipasi penyebaran virus Omicron.

"Pasti (dilakukan penutupan akses), kalau sudah. Kan sudah kita batasi sekarang, betul-betul kita batasi banget," kata Yasonna kepada wartawan di kantornya, Rabu (29/12/2021).

Yasonna mengatakan pemerintah memang tidak bisa melarang masyarakat bepergian ke luar negeri karena diatur dalam undang-undang. Dia menyebut pemerintah ataupun Presiden hanya bisa melakukan imbauan.

"Kalau kita ada, ya memang kalau melarang tidak bisa, undang-undang tidak boleh melarang warga negara keluar-masuk, itu undang-undangnya. Tapi pemerintah, bahkan Presiden, mengatakan tolong jangan pergi ke luar, kalau imbauan. Kalau pergi, kami karantina lama-lama," kata Yasonna.

Selanjutnya, Yasonna juga menyebut pemerintah masih melakukan evaluasi karantina menjadi 14 hari. Dia menyarankan masyarakat tak seharusnya menganggap remeh virus Omicron.

"Presiden mengatakan juga dievaluasi nanti, sekarang kan 10 hari, ya nanti 14 hari. Jadi mari kita sebagai anak bangsa bersama-sama, kita sudah berpengalaman di bulan Juni tahun lalu seperti apa dahsyatnya, walaupun dibilang Omicron ini tidak se-deadly Delta, tapi we never know," ujarnya

"Jadi lebih bagus mencegah daripada kita menghadapi tahun yang sama. Ini pesan Presiden, jangan lalai," tegasnya.

Sebelumnya, karantina Indonesia 14 hari sedang dipertimbangkan oleh pemerintah. Melansir dari situs Sehat Negeriku Kemenkes, pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam Keterangan Pers Menteri Terkait Evaluasi PPKM pada Senin (20/12).

"Pemerintah mempertimbangkan untuk meningkatkan masa karantina menjadi 14 hari jika penyebaran varian Omicron semakin luas," ucap Menko Luhut.

(azh/isa)