ADVERTISEMENT

Jelang PTM 100%, Ini Persiapan yang Harus Diajarkan pada Anak

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 10:13 WIB
Persiapan PTM
Foto: Dok. SPS
Jakarta -

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, sekolah di wilayah PPKM Level 1 dan 2 dapat menggelar pertemuan tatap muka setiap hari dengan jumlah siswa 100 persen. Terkait wacana tersebut, para ahli mengingatkan orang tua untuk mempersiapkan kebutuhan anak agar dapat bersekolah dengan aman.

Dalam Parentalk Edufun Fest 2021 di Pakuwon Mall Surabaya bertajuk 'Persiapkan Bekal Sanitasi, Hadapi Tahun Ajaran Baru Tanpa Panik', dr Adellia Nike yang menjadi pembicara menekankan soal pembekalan sanitasi bagi anak, seperti cuci tangan dan bebersih setelah buang air.

"Intinya adalah pembekalan sanitasi. Membekali anak-anak juga tidak bisa mendadak, perlu waktu untuk pembiasaan," ungkap dokter yang biasa disapa dr. Adel dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (29/12/2021).

Ia menambahkan momen libur Natal dan tahun baru kali ini cocok untuk memulai memberikan pembekalan sanitasi ke anak. Pembekalan dapat dimulai dengan membiasakan rutinitas bangun pagi setiap hari. Kebiasaan anak bangun siang tanpa mandi dan sarapan karena sekolah online harus pelan-pelan diubah.

dr Adel menyarankan orang tua untuk membangunkan anak lebih pagi, ajak mandi dengan semangat, memakai seragam yang lengkap dan mulai sarapan. Orang tua juga perlu memberikan vitamin untuk imunitas tubuh anak. Tak ketinggalan, ajari anak untuk terbiasa cuci tangan yang benar sebelum sarapan.

"Di sini kita menancapkan di mindset si kecil, sebelum makan harus cuci tangan. Sambil memberi pelajaran berulang cuci tangan yang benar," lanjut dr. Adel.

Ia menjabarkan cuci tangan dilakukan di air mengalir, dengan tahapan yang benar dan memakai sabun. Durasinya bisa disetarakan dengan 2 kali menyanyikan lagu 'Happy Birthday'. Tidak lupa menuntaskannya dengan mengelap tangan yang basah dengan tisu hingga kering. Sebab, lanjutnya, bila tak benar-benar kering dapat memicu bakteri e.coli, salmonella typhi, staphylococcus aureus yang bisa menyebabkan diare, typus maupun infeksi kulit, termasuk juga virus penyebab COVID-19.

Selanjutnya perkuat kemandirian dalam buang air dengan mengajarkan anak untuk memberi tanda jika ingin buang air. Ajari juga tahapan buang air secara benar, mulai dari mengelap dudukan kloset, buang air pada lubang toilet sampai selesai (tidak tercecer), flush, membasuh kemaluan dan mengeringkannya dengan tisu. Diakhiri dengan mengelap dudukannya lagi dan menuntaskan dengan cuci tangan.

Simak juga 'Rampung Vaksinasi Pelajar, SMPN Subang Harap Semester Depan PTM Normal':

[Gambas:Video 20detik]



Selain itu, dr Adel mengingatkan orang tua untuk mengajarkan anak agar selalu mengeringkan alat vital setelah buang air. Menurutnya, orang tua kerap melewatkan hal ini karena menganggap air bisa kering sendiri.

"Padahal area alat vital yang lembab atau celana dalam yang tidak kering, bisa memicu jamur candida albicans," sebut dr Adel.

Untuk anak perempuan, lanjut dr Adel, perlu dibiasakan untuk membasuh maupun mengeringkan dari arah depan ke belakang, jangan sebaliknya.

"Nanti e.coli di anus bisa terangkut ke depan bila arahnya sebaliknya. Mengeringkannya pun jangan ditepuk-tepuk ya," terang dr Adel.

Ia menyarankan untuk mengeringkan air setelah buang air dengan tisu. Alasannya, beberapa jurnal tidak menganjurkan mengeringkan dengan handuk/kain. Hal ini lantaran handuk yang lembab dan dipakai berulang justru mengumpulkan virus dan kuman. Pengggunaan hand dryer juga tidak aman karena malah membuat kuman/virus berterbangan ke udara.

Ia juga menyarankan orang tua untuk memahami masing-masing penggunaan tisu. Dengan begitu maka manfaatnya pun akan lebih maksimal. Ia menegaskan salah penggunaan tisu pun bisa berakibat tidak baik.

"Untuk mengelap cemong di mulut atau sehabis mencuci muka, tisu facial yang lembut paling baik digunakan agar wajah anak tidak iritasi," tutup dr. Adel.

Sementara itu, Vice Commercial Director Sun Paper Source - Sopanusa William Yaury menyampaikan, di Indonesia penggunaan tisu masih sering salah kaprah. Oleh sebab itu, PT Sun Paper Source, produsen tisu Montiss, Favour dan Pulpies ingin mengedukasi bahwa masing-masing jenis tisu punya fungsi tersendiri. Secara garis besar jenis tisu ada facial tissue, napkin tissue, dan towel tissue.

"Masing-masing punya fungsi. Misalnya untuk mengeringkan setelah buang air ya pakai tisu toilet, jangan tissue toilet digunakan di meja makan," tutur William.

Untuk mengeringkan tangan, imbuhnya, tisu yang paling tepat adalah towel yang berdaya serap paling tinggi. Sebenarnya, tisu towel pun punya dua jenis yakni untuk mengeringkan tangan (hand towel) dan untuk penggunaan di dapur (kitchen towel).

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT