Bantah Suap Jaksa Andi Syarif, Ahmad Djunaidi Stres
Rabu, 03 Mei 2006 15:37 WIB
Jakarta - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Jamsostek Ahmad Djunaidi langsung stres saat ditanya nama-nama jaksa yang telah disuapnya. Saat ditanya nama Andi Syarif yang pernah disebut menerima uang, Djunaidi membantahnya.Demikian yang mengemuka dalam pemeriksaan Djunaidi di Kejagung, Jalan Sultan Hasanudin, Jakarta, Rabu (3/5/2006). Djunaidi diperiksa sekitar 3,5 jam. Ia masuk ruang pemeriksaan pukul 10.00 WIB dan keluar pukul 13.30 WIB. Usai diperiksa, Djunaidi enggan memberi pernyataan kepada wartawan dan bergegas menuju rumah tahanan (rutan) Kejagung. Apakah bapak tetap menyatakan jaksa menerima uang? Uang diserahkan kepada siapa Pak? Tanya wartawan. "Nanti nulisnya salah. Ngomong, nanti nulisnya lain," jawab Djunaidi.Wartawan berusaha membujuk Djunaidi dengan menjelaskan tugas wartawan untuk mencari klarifikasi. Mendapat penjelasan itu, Djunaidi hanya berujar, pokoknya wartawan mesti mencari kebenaran. Pengacara yang mendampingi Djunaidi, Panji Prasetyo juga enggan memberi pernyataan. Belum Sebut NamaSementara Inspektur Pidana Khusus dan Perdata Tata Usaha Negara (Pidsus dan Datun) Ketut Widhiana Sulatra menjelaskan, pemeriksaan kali ini belum merujuk nama jaksa yang diduga menerima suap.Penyidik baru melontarkan 5-6 pertanyaan dan belum sampai ke materi siapa yang menerima uang suap Djunaidi. Terpidana 8 tahun penjara itu baru menjelaskan kejadian usai sidang vonis di Pengadilan Jakarta Selatan. Ia mengaku emosional setelah jaksa menyatakan banding atas vonis hakim.Ketika tim penyidik menanyakan nama yang menerima suap, Djunaidi jatuh sakit sehingga pemeriksaan terpaksa dihentikan. "Kami tanya siapa yang terima? Dia diam langsung tegang karena stres. Belum ada nama yang ditunjuk. Pak Djunaidi sakit lagi," jelas Sulastra. Penyidik juga menanyakan nama Andi Syarif yang sempat disebut mantan Dirut Jamsostek itu sebagai jaksa yang menerima uang suapnya. Namun anehnya beda dengan pernyataan usai divonis 8 tahun penjara, dalam pemeriksaan kali ini Djunaidi justru membantahnya. "Kita tanya nama Andi Syarif, tapi dia bilang tidak ada," kata Sulastra. Pemeriksaan dihentikan dan akan dilanjutkan Kamis 4 Mei besok karena kondisi kesehatan Djunaidi memburuk. Jika besok Djunaidi kembali sakit, Kejagung akan membawanya ke dokter lain. Sebelumnya dokter Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) yang merawat Djunaidi menyatakan, mantan Dirut Jamsostek itu menderita vertigo. Djunaidi juga pernah menjalani operasi karena penyakit prostat. Dokter menyebutkan Djunaidi tidak kuat duduk dalam waktu yang lama.
(iy/)











































