Rel Trem Tertua Ditemukan di Proyek MRT, Ini Respons Dinas Kebudayaan DKI

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 27 Des 2021 21:26 WIB
Sejumlah alat berat pembangunan MRT Jakarta fase 2A paket kontrak atau CP 203 Glodok-Kota melakukan penggalian di lokasi ditemukannya rel trem di Glodok, Jakarta, Sabtu (25/12/2021). PT MRT Jakarta bersama arkeolog saat ini masih menginvestigasi rel trem yang ditemukan di bawah beton saat kegiatan tes tanah tersebut. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memindahkan proyek rel trem jadul yang ditemukan di lokasi proyek MRT Jakarta fase 2A Glodok-Kota. Lalu akan dipindahkan ke mana rel trem jadul tersebut?

Direktur Proyek MRT Silvia Halim mengatakan penemuan rel trem jadul tersebut ditemukan pada kedalaman 15-110 cm. Dia menyebut masih membahas ke mana rel trem jadul tersebut bakal dipindah.

"Yang pastinya pembahasan sudah berjalan cukup panjang, bagaimana kita mau menangani temuan ini, dari pemindahan termasuk penyimpanannya," ujarnya, Senin (27/12/2021).

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan PT MRT menjadi bagian penting dalam upaya-upaya mengembalikan lagi masa-masa peradaban di masa lampau.

"Kami mewakili Pemprov DKI Jakarta menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT MRT yang memang sudah banyak memiliki peran serta bukan hanya semata membangun secara fisik MRT, tetapi juga memuliakan kembali peradaban-peradaban yang ditemukan pada kegiatan pelaksanaan oleh PT MRT," ujarnya.

Iwan mengatakan apa yang dilakukan PT MRT saat ini sudah sewajarnya dan semestinya dijadikan contoh oleh perusahaan-perusahaan lain, baik badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), maupun pihak perorangan atau badan usaha lainnya.

"Ini jadi upaya-upaya pendukungan terhadap pelaksanaan UU No 11 Tahun 2010, khususnya pasal 23, di mana setiap orang atau badan usaha yang menemukan benda yang diduga benda cagar budaya atau bangunan yang diduga bangunan cagar budaya, ataupun struktur yang juga seperti cagar budaya dan lokasi-lokasinya itu wajib melaporkan kepada instansi berwenang," tuturnya.

Simak juga Video: Heboh Temuan Rel Trem Tertua di Indonesia, Arkeolog Beberkan Kondisinya

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)