Susi Pudjiastuti Buka Suara soal Dokumennya Jadi Bungkus Gorengan

Zunita Putri - detikNews
Senin, 27 Des 2021 11:50 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti (ANTARA FOTO)
Jakarta -

Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti bicara terkait dokumen pengajuan KTP-nya viral di media sosial karena dijadikan bungkus gorengan. Apa katanya?

"Kawan-kawan beberapa hari ini saya di mention, DM (direct messages), dan lain-lain, semua tanya apa pendapat saya tentang hal ini (dokumennya dijadikan bungkus gorengan)? Saya harus berpendapat apa? Hal seperti ini bukannya sudah biasa terjadi?" tulis Susi di akun Twitter pribadinya, Senin (27/12/2021).

Susi menyebut hal seperti ini sudah sering terjadi. Dia mengaku bingung harus mengadukan ke mana terkait masalah itu.

"Protes ke mana? Ke siapa? Setiap hari kita dapat WA pinjol, investasi, promo dan lain-lain, semua tahu nomor kita, data kita.. so," lanjut Susi.

Viral! Dokumen Pribadi Susi Pudjiastuti Jadi Bungkus GorenganViral! Dokumen Pribadi Susi Pudjiastuti Jadi Bungkus Gorengan (Twitter @howtodresvvell)

Diketahui, dokumen yang terdapat foto Susi Pudjiastuti dengan 2 gorengan bakwan di atasnya ini viral di media sosial Twitter. Dokumen tersebut menampilkan permohonan pembuatan KTP Susi Pudjiastuti di Kantor Kecamatan Pangandaran.

detikcom sebelumnya sudah berupaya menghubungi Susi Pudjiastuti terkait hal ini, namun hingga kini Susi belum merespons. detikcom berupaya menghubungi Susi sejak Minggu (26/12).

Penjelasan Kemendagri

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh sudah menjelaskan soal viral dokumen Susi ini. Dokumen tersebut, katanya, harusnya dipegang yang bersangkutan setelah diberikan oleh dinas dukcapil terkait.

"Dokumen tersebut adalah dokumen yang dibuat oleh dinas dukcapil yang berupa surat keterangan yang diberikan dan dipegang oleh masyarakatnya," kata Zudan saat dimintai konfirmasi.

Zudan menyebut semua dokumen yang tertera NIK dan nomor KK harus disimpan dengan baik.

"Pada prinsipnya semua dokumen yang ada NIK dan No. KK harus disimpan dengan baik oleh setiap pihak yang berkepentingan," kata Zudan.

Respons Camat

Lebih lanjut, Camat Pangandaran Yadi Setiadi mengatakan akan menelusurinya. Yadi menegaskan pihaknya akan segera melakukan briefing terkait permasalahan ini, intinya mencari tahu mengapa dokumen dengan kop surat Kecamatan Pangandaran itu bisa jadi bungkus gorengan.

"Besok kami akan briefing semua pegawai. Mau ditanyakan, karena selama saya menjabat sebagai Camat belum pernah menyuruh untuk memberikan atau menjual dokumen bekas ke tukang rongsokan," kata Yadi via sambungan telepon, Minggu (26/12).

Namun, untuk mengantisipasi adanya staf atau pegawai yang membuang arsip dokumen, tanpa sepengetahuan dirinya sebagai camat, Yadi mengaku akan menyelidikinya.

Lihat juga video 'Lembar Alquran Dijadikan Bungkus Petasan, Polisi Turun Tangan':

[Gambas:Video 20detik]

(zap/tor)