Juara PON 2 Kali Beruntun, Ini Resep Jabar Hasilkan Atlet Berprestasi

ADVERTISEMENT

Year in Review 2021

Juara PON 2 Kali Beruntun, Ini Resep Jabar Hasilkan Atlet Berprestasi

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Senin, 27 Des 2021 16:20 WIB
Tim Jawa Barat (dari kiri ke kanan) Raden Roselin,
Erna Nuryanti, Tyas Murtiningsihdan Ulfa Silpiana
berhasil finish pertama di nomor Lari Estafet 4 x 100 Meter Putri PON XX Papua, dan memastikan Jawa Barat meraih medali emas, nomor ini digelar di Stadion Mimika Sport Complex, Rabu (13/10/2021). Foto : PB PON XX Papua / Ady Sesotya
Foto: PB PON XX Papua / Ady Sesotya
Jakarta -

Jawa Barat merajai PON XX Papua bulan Oktober lalu. Atlet-atlet Tanah Pasundan mendominasi berbagai cabang olahraga, hingga mengumpulkan 353 medali, dengan rincian 133 emas, 105 perak, dan 115 perunggu.

Sebelumnya, Jabar juga menjuarai PON tahun 2016 silam. Kesuksesan yang diraih tersebut bukanlah kebetulan semata. Sebab, Jabar merupakan daerah yang getol dalam menggembleng bibit atlet berkualitas, sehingga regenerasi berjalan dengan baik.

Program pelatihan atlet secara berkelanjutan merupakan implementasi dari slogan 'Jawa Barat Juara' yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Adapun prestasi olahraga menjadi salah satu target yang dituangkan dalam Misi Pembangunan Pemprov Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan pembinaan atlet secara konsisten menjadi kunci kesuksesan Jabar di bidang olahraga. Ia menerangkan Pemda Provinsi Jabar memiliki pusat pendidikan dan latihan olahraga pelajar yang membina atlet dari 13 cabang olahraga. Selain provinsi, kabupaten/kota juga memiliki Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP).

"Pola pembinaan atlet dimulai sejak dini melalui pencarian bibit atlet dan kejuaraan berjenjang, misalnya pekan olahraga pelajar daerah dan nasional serta kejuaraan tingkat junior dan senior," jelas Kang Emil dikutip dari situs resmi Pemprov Jabar.

Ia menambahkan untuk menghadapi PON Papua, pembinaan telah dilakukan sejak tahun 2019. Pada masa pandemi, ungkap Kang Emil, pelatda sedikit terpengaruh tapi tetap berjalan dengan prokes ketat.

Mantan Wali Kota Bandung itu menyatakan hasil yang diraih Jabar merupakan buah perjuangan dan kerja keras yang luar biasa dari atlet, pelatih, tim, dan keluarga. Menurutnya, kemenangan yang diraih Jabar tak lepas dari keringat, tangis, dan darah orang yang berkorban selama ini.

"Ini bukan sekadar prestasi medali, namun bukti cinta para atlet kepada Jawa Barat, buah dari ketekunan," cetus Kang Emil.

Kepiawaian Jabar melahirkan atlet berprestasi diapresiasi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Menurut Menpora, atlet-atlet Jabar banyak mengisi slot program pelatihan nasional (pelatnas), lantaran kualitas mereka yang mumpuni.

"Saya kira potensi dari atlet Jabar mengisi pelatnas, sekarang ini bisa dihitung sendiri pasti banyak dari Jabar," kata Amali.

Bahkan, menurut Amali, Jabar kini mengalami surplus atlet berkualitas. Sambil berkelakar ia mengatakan, karena kelebihan talenta, Jabar bisa mendonasikan atletnya untuk bermain di daerah lain.

"Itu sebagai dampak dari pembinaan yang ada dan merata di kabupaten dan kota kemudian juga kehadiran perguruan tinggi seperti UPI itu juga menambah kekuatan untuk pembinaan Jabar," papar Amali.

Amali pun berharap Jabar bisa terus menjalankan pembibitan dan pembinaan atlet yang dapat menyumbang prestasi, baik untuk daerahnya maupun mewakili negara di kancah internasional.

"Kita harus berkolaborasi untuk tujuan kita adalah prestasi. Di samping itu, olahraga juga ditujukan ke pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh dan tentu produktif. Tentu saya berharap Jabar bakal mempertahankan reputasi sebagai gudang prestasi olahraga," urai Amali.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT