Kapolda Papua Minta Warga di Daerah Rawan Waspada Saat Berkebun, Ada Apa?

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 26 Des 2021 20:25 WIB
Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri
Foto: Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri. (Wilpret-detikcom)
Jakarta -

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri meminta masyarakat sipil terutama bukan warga asli Papua yang bermukim di daerah rawan untuk waspada. Imbauan itu menyusul adanya seorang warga di Dekai yang meninggal diserang orang tak dikenal (OTK).

"Jangan pernah lengah, termasuk saat ke kebun, karena dapat membahayakan jiwa, seperti halnya yang dialami Yatiman Hadi (52) di Dekai yang meninggal setelah dianiaya orang tak dikenal (OTK) saat berkebun," kata Fakhiri, saat dilansir Antara, Minggu (26/12/2021).

Dia meminta anggotanya di polres ataupun di polsek untuk selalu menginformasikan kondisi terkini kepada wilayah tersebut. Mathius menyebut ada beberapa daerah di Papua yang masuk kategori rawan dari kelompok bersenjata (KKB) atau pelaku kriminal, termasuk di Kabupaten Yahukimo.

Selain Yahukimo, ada beberapa daerah yang juga dikatakan rawan. Yakni, Pegunungan Bintang, Puncak, Intan Jaya, dan Nduga.

"Tetap waspada bila ke wilayah yang jauh dari permukiman dan rawan kriminal," ujar Fakhiri.

Terkait warga yang diserang di Dekai, polisi masih melakukan penyelidikan. Polisi belum bisa memastikan siapa pelaku penyerangan tersebut.

"Belum bisa dipastikan apakah pelakunya KKB atau bukan karena data yang dikumpulkan masih minim," kata Fakhiri ketika ditanya terkait dengan kasus penganiayaan terhadap Yatimin yang mengalami luka-luka saat ke kebun, sekitar Kali Brasa, Distrik Dekai.

Berdasarkan keterangan Polda Papua, peristiwa penyerangan ini terjadi dua hari lalu, Jumat (24/12), pukul 12.15 WIT. Tempat kejadian perkara (TKP) berada di Jalan Paradiso Kali Brasa Bawah, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Korban diserang hingga meninggal dunia.

"Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Yahukimo," sebut Kombes Kamal dalam keterangannya.

(eva/gbr)