Bamsoet Sebut Kuliner Indonesia Bisa Jadi Peluang Usaha Potensial

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Minggu, 26 Des 2021 20:19 WIB
Bamsoet di Bali
Foto: MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut usaha makanan dan minuman merupakan bisnis yang tangguh menghadapi pandemi. Namun menurutnya pelaku usaha kuliner harus mengeluarkan kreativitas dan inovasi dalam meningkatkan daya saing di tengah meningkatnya persaingan.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menjelaskan industri makanan dan minuman merupakan industri yang menjadi andalan pertumbuhan dan banyak menyerap tenaga kerja. Data BPS mencatat pada tahun 2020, proporsi tenaga kerja yang diserap di bisnis makanan dan minuman mencapai 3,75%. Meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 3,74%.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan industri makanan dan minuman pada kuartal I-2021capai 2,45%. Pada kuartal II/2021, industri makanan dan minuman tumbuh 2,95 persen secara year-on-year. Dan, secara quarter-to-quarter industri ini tumbuh 2,37 persen," jelas Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (26/12/2021).

Usai mengunjungi Omma Day Club Gianyar di Bali, Ketua DPR RI ke-20 ini menilai Omma Day Club yang terletak di dekat air terjun Tegenungan, Kabupaten Gianyar, Bali, menyuguhkan suasana alam yang menyejukkan sebagai daya tariknya. Omma Day Club, lanjut Bamsoet, menggabungkan budaya lokal dan perkembangan modern dalam menciptakan pengalaman keramahtamahan yang orisinal dan aspiratif.

"Omma Day Club menghadirkan wajah Bali ke dunia. Kejernihan air terjun Tegenungan membawa kita pada kedalaman nuansa alam. Omma Day Club juga menyediakan lingkungan yang santai dan indah, didukung menu makanan yang sangat beragam," tutur Bamsoet.

Bamsoet menekankan Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang dapat diberdayakan menjadi peluang usaha bagi masyarakat.

"Kuliner Indonesia juga sangat kaya akan ragam dan rasa. Tidak perlu kita melulu menampilkan sajian mancanegara. Menggali cita rasa Nusantara, selain sebagai ide usaha, sekaligus sebagai perjuangan merawat kekayaan nasional bangsa," urai Bamsoet.

(ncm/ega)