CT Cerita Saat Salurkan Bantuan-Dirikan Rumah Anak Korban Tsunami Aceh

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 26 Des 2021 18:27 WIB
Founder and Chairman CT Corp, Chairul Tanjung mengahadiri perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Foto: Founder and Chairman CT Corp, Chairul Tanjung (Farih-detikcom)
Jakarta -

Masih membekas di ingatan kita bagaimana peristiwa gempa dan tsunami yang melanda Aceh 17 tahun lalu telah merenggut ratusan ribu nyawa manusia. Kala itu, Chairman CT Corp Chairul Tanjung pun turun langsung membantu penyaluran bantuan agar sampai di tangan masyarakat.

Hal itu disampaikan Chairul Tanjung dalam acara Diaspora Global Aceh yang mengusung tema 17 Years of Tsunami Aceh: Global Solidarity For Humanity and Sustainable Development-An Aceh Model. Hadir secara fisik dalam acara ini Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil beserta Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian ATR/BPN Teuku Taufiqulhadi.

Mulanya, Chairul Tanjung bercerita pertama kali mendengar kabar gempa di Aceh melalui berita di televisi. Pria yang akrab disapa CT itu tak kuasa menahan tangis saat mendengar dan melihat daratan Aceh hancur akibat hantaman tsunami.

"Saat itu hari Minggu, saya sedang menghabiskan waktu bersama keluarga dan pada saat itu saya mendapat kabar, gempa itu dari berita di televisi. Senin pagi keesokan harinya, baru kita mengetahui kerusakan yang diakibatkan gempa itu ternyata mengakibatkan tsunami yang begitu besar dan meluluhlantakkan daratan Aceh, gelombang tsunami juga menerjang kawasan provinsi Sumatera Utara hingga negara tetangga seperti Thailand, Sri Lanka dan beberapa negara Asia Selatan," kata CT melalui rekaman video yang disiarkan di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Minggu (26/12/2021).

"Tanpa bermaksud membuka luka lama dari bencana tersebut, namun kita ingat dunia ikut menangis saya dan keluarga juga ikut menitikan air mata menyaksikan itu semua, meskipun hanya melalui layar kaca," sambungnya.

Tak pikir panjang, saat itu pula CT langsung bergegas melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk membantu masyarakat di Aceh dan masyarakat di Sumatera Utara yang juga terdampak tsunami. Dia juga memerintahkan Trans TV untuk segera membuka dompet amal agar masyarakat di seluruh Indonesia yang akan berdonasi bisa langsung tersampaikan langsung.

"Kemudian saya bergegas melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara, saya juga memerintahkan trans TV pada saat itu, untuk segera membuka dompet amal, menggalang dana dari pemirsa di samping dana pribadi dan dari seluruh perusahaan-perusahaan yang saya naungi," ungkapnya.

CT bercerita penyaluran bantuan itu menggunakan pesawat yang dipinjam dari mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Dia berterima kasih kepada Susi yang telah bersedia meminjamkan pesawatnya untuk digunakan dalam penyaluran bantuan oleh Trans TV.

"Seperti pemilik Susi Air, Bu Susi Pudjiastuti, saya ingat waktu itu, beliau berkenan meminjamkan pesawat yang dimilikinya pada waktu itu baru satu buah untuk digunakan memberikan bantuan langsung kepada para korban tsunami di Aceh, dengan menggunakan logo trans TV," kata CT.

Pada hari kedua bencana, CT langsung terbang ke Medan untuk melihat kondisi di sana. Dia pun bercerita sulitnya akses pendaratan di Meulaboh akibat jalur yang rusak pasca tsunami Aceh.

"Di hari kedua setelah bencana saya langsung terbang ke Medan, menyusul Pak Ishadi SK yang sudah sejak hari pertama sudah berada di sana. Sedikit bercerita mengenai sulitnya mengakses jalur pendaratan yang rusak untuk mendarat di Meulaboh, pesawat cessna berkapasitas 12 orang penumpang itu, menjadi pesawat pertama yang mendarat di Meulaboh pasca tsunami di Aceh menimpa," ungkapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.