ADVERTISEMENT

Year in Review 2021

Smart Village & Digitalisasi Kunci Percepat Pembangunan Desa

Atta Kharisma - detikNews
Minggu, 26 Des 2021 10:10 WIB
Mendes Abdul Halim Iskandar sebut  2.465 BUMDes dan 311 BUMDes Bersama sudah mendaftar jadi badan hukum ke Kemendes.
Foto: Kemendes
Jakarta -

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menilai program desa cerdas (smart village) dan digitalisasi menjadi kunci percepatan pembangunan desa. Hal ini disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

Ia mengatakan hal ini penting karena tuntutan zaman, tuntutan perkembangan, serta tuntutan situasi terus bergerak maju menuju era digital.

"Kenapa digitalisasi menjadi bagian penting? Kita tidak bisa kemudian terus melakukan atau berposisi pada posisi hari ini, di mana tuntutan zaman, tuntutan perkembangan, tuntutan situasi kita terus bergerak menuju pada satu situasi yang disebut zaman digital," ujarnya dikutip dari Antara.

Ia menegaskan desa sebagai bagian penting dari sebuah proses pembangunan tidak boleh merasa nyaman dan bertahan terlalu lama di posisi yang lama. Oleh karenanya, Kemendes PDTT menjadikan digitalisasi ekonomi desa sebagai salah satu prioritas utama dalam upaya pembangunan desa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan digitalisasi desa merupakan sektor makro dari digitalisasi. Ia pun mengatakan digitalisasi ekonomi desa merupakan bagian penting dari digitalisasi desa.

"Jadi bicara digitalisasi itu sebenarnya kalau makronya ya digitalisasi desa. Tetapi, yang menjadi prioritas hari ini adalah digitalisasi ekonomi desa," tuturnya.

Ia membeberkan alasan digitalisasi ekonomi menjadi prioritas utama adalah untuk memasarkan berbagai potensi ekonomi dan produk yang dihasilkan oleh desa secara lebih mudah, terutama di situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

Ia menuturkan ada dua keuntungan yang diberikan digitalisasi desa. Pertama, memutus mata rantai yang menyebabkan terjadinya kemahalan barang ketika diterima oleh konsumen. Kedua, semakin mendekatkan hubungan antara penjual dan pembeli.

Karena itu, menemukan offtaker atau para pelaku yang mampu menjadi media untuk mentransformasi berbagai potensi desa menjadi prioritas utama. Mereka diharapkan dapat memanfaatkan berbagai potensi desa dan memasarkannya baik ke pasar domestik maupun pasar internasional.

"Jadi kalau bicara tentang potensi desa, itu di mana-mana sudah bagus. Tidak mungkin kita kemudian memiliki potensi luar biasa tapi tidak tertangani dari sisi pengenalan dan pemasaran. Justru permasalahan yang paling banyak dihadapi di desa adalah bagaimana memasarkan itu," tandasnya.

Year In Review 2021: Inovasi Pemulihan Ekonomi Nasional di 2021

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT