Beredar Info Kiai NU Tewas Diserang KKB, Ini Kata Ketua PWNU Papua

ADVERTISEMENT

Beredar Info Kiai NU Tewas Diserang KKB, Ini Kata Ketua PWNU Papua

Atta Kharisma - detikNews
Sabtu, 25 Des 2021 23:20 WIB
PCNU Yahukimo
Foto: Istimewa
Jakarta -

Informasi beredar menyatakan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Yahukimo Papua, Kiai Suwito tewas dibacok oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Merespons hal tersebut, Ketua PWNU Papua, Toni Wanggai dan Ketua PCNU Yahukimo, Umar Makku turut memberikan klarifikasi agar berita tersebut tidak sampai salah dipahami oleh publik.

Toni menuturkan berita pembacokan Rais Syuriah tersebut adalah hoaks. Ia menjelaskan Kyai Suwito bukanlah Rais Syuriah PCNU Yahukimo, melainkan Ketua Himpunan Keluarga Jawa Madura di Yahukimo yang saat ini masih berada dalam keadaan sehat.

Sementara itu, Bendahara Umum Pengurus Pusat (PP) Pagar Nusa, Risharyudi Triwibowo berharap agar kepolisian dapat menangkap Orang Tidak Dikenal (OTK) yang melakukan pembacokan tersebut. Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak terpancing dan termakan isu yang masih simpang siur.

"Pembacokan yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia di Yahukimo oleh OTK pada saat umat Kristiani sedang bergembira merayakan Natal, semoga tidak terulang. Berharap kepada pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku dan memprosesnya secara adil. Bagi masyarakat untuk tidak terpancing dengan berita yang simpang siur, jangan mudah termakan isu liar (hoaks)," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/122/2021).

Diketahui, korban pembacokan adalah Ngatiman Hadi, pria asal Jember yang juga merupakan warga kultural NU di Yahukimo. Hal ini diklarifikasi oleh Toni kepada Kapolda Papua dan Kapolres Yahukimo. Dirinya juga membenarkan berita tersebut dan mengungkapkan peristiwa terjadi pada Jumat siang, (24/12).

Adapun kronologis kejadiannya almarhum Ngatiman dibacok di kepalanya oleh OTK saat berada di kebunnya di daerah Kali Brasa Distrik Dekai, Yahukimo hingga menyebabkan dirinya meninggal dunia. Jenazah Ngatiman akan dipulangkan ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur. Sementara, pelakunya sampai saat ini masih dalam pengejaran.

Toni berharap kejadian ini tidak membuat kaum Nahdliyin dan umat Islam di mana pun terprovokasi dan tetap tenang demi menjaga kedamaian dan kerukunan antar umat beragama di Tanah Papua, terlebih di tengah perayaan Hari Natal. Ia pun menegaskan kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian agar pelaku dapat segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT