Persoalan Buruh Akibat Birokrasi yang Tidak Efisien
Rabu, 03 Mei 2006 07:23 WIB
Jakarta - Buruh melakukan protes sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kesejahteraan yang minim. Padahal biaya buruh bukan faktor dominan besarnya biaya produksi. Menurut Partai Keadilan Sejahtera (PKS) persoalan yang terbesar bagi pengusaha adalah sistem birokrasi yang tidak efisien."Buruh hanya menempati urutan ketujuh dari penyebab high cost tersebut. Jadi jelas biaya buruh bukan komponen yang terbesar, oleh sebab itu pembenahan faktor birokrasi harus diutamakan dan bukan menekankan pada faktor buruh," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam rilisnya kepada detikcom Rabu (3/5/2006).Selain itu, Tifatul juga menyoroti persoalan ekonomi biaya tinggi yang menyebabkan beberapa investor enggan datang ke Indonesia. "Kita sepakat diperlukan iklim yang kondusif untuk mendatangkan investor asing. Jadi pemerintah harus memangkas faktor yang menyebabkan biaya ekonomi tinggi seperti pungutan liar," tutur Tifatul.Menurut Tifatul, pemerintah juga belum dapat meningkatkan pasar atau perluasan lapangan kerja yang fleksibel. "PKS setuju dengan upaya perluasan lapangan kerja dengan merangsang masuknya investor luar, akan tetapi upaya tersebut dapat dilakukan tanpa harus mengorbankan kepentingan buruh negeri sendiri. Kami meminta Pemerintah tidak tergesa-gesa memutuskan untuk merevisi UU No 13/2003," ujar mantan dosen Trisakti ini.
(ahm/)











































