PDIP dan PKB Kantongi Bukti Kecurangan Pilkada Tuban
Selasa, 02 Mei 2006 20:56 WIB
Tuban -
PDIP dan PKB Jatim semakin merapatkan barisan setelah amuk massa akibat ketidapuasan hasil Pilkada di Tuban. Kedua partai besar ini saling menurunkan tim investigasi di Bumi Ronggolawe untuk mengungkap kecurangan yang dilakukan kubu Heany Relawati-Lilik yang dinilai telah menghalalkan segala cara untuk tampil sebagai pemenang."Banyak bukti kecurangan yang telah kita kantongi. Dua hari lalu kita dapat daftar salinan pemilih yang ternyata hasilnya sungguh diluar dugaan," kata Mahfud, Sekretaris DPC PDIP Tuban kepada wartawan di Kantor DPD PDIP Jatim, Jl Kendangsari, Surabaya, Selasa (2/5/2006).Apa saja temuannya? Menurut Mahfud, pihaknya menemukan ratusan nama yang diduga kuat hasil pemalsuan yang dilakukan KPUD Tuban. Contohnya, di salah satu desa terdapat puluhan nama berbeda di satu RT, tapi hanya beda tanggal dan bulan kelahirannya sama persis.Bukti yang ditunjukkan kepada wartawan, misalnya, di Desa Jlodro Kecamatan Kedurunan hampir 90 persen terjadi manipulasi data pemilih. "Satu orang bisa punya nama kembar empat sampai 10," tukasnya.Misalnya saja ada nama yang mempunyai kesamaan yaitu Darmo, Darno, Darni, Darsi dan lainnya. Yang unik lagi, semuanya tanggal kelahirannya sama kecuali tahunnya, yaitu semua lahir tanggal 1 bulan 7. "Berarti tanggal itu semuanya ulang tahun," canda Mahfud.Dan kata Mahfud, kecurangan serupa hampir terjadi di semua kecamatan. Selain pemalsuan data pemilih, juga ditemukan adanya anak yang masih di bawah umur tapi mendapatkan surat pemilih. Ia mencotohkan Zainal Arifin dari Jatirogo yang baru tamat SD tahun 1991 ternyata didaftar olek KPU."Saya sudah cek dan minta STTBnya. "Sangat kental upaya untuk penggelembungan suara dilakukan dengan cara-cara yang kotor oleh calon incumbent," tegasnya Mahfud yang menunjukan bukti fotokopi STTB milik Zainal Arifin.Temuan lainnya yang menunjukan kecurangan adalah seorang warga bernama Ngalimun warga Jati Klabang Kec. Jatirogo ternyata mendapat undangan mencoblos di dua TPS, yaitu TPS 2 dan 4 di tempatnya. Bukti-bukti itu ditunjukan kepada wartawan.Mahfud juga menuding jika kubu Heany telah menggelembungkan suara di Kecamatan Senori. Dimana modus yang dimainkan dengan memberikan hak pilih kepada santri yang berada di pondok setempat yang memang dikenal sebagai tim sukses Heany."Ada 179 santri di sana yang bukan warga Tuban tapi bisa nyoblos," katanya.Sementara tim advokasi PKB yang diwakili Mahmud mengungkapkan temuan Camat Soko yang telah mengintimidasi warga setempat dengan pistol untuk pemenangan Heany. "Pistolnya ditaruh meja saat salah satu warga di sana menolak menjadi tim suksesnya," terangnya.Menurutnya, di Soko terdapat seorang kyai bernama Mahrudy, yang selama ini telah memperoleh bantuan dari pemerintah Tuban sebesar Rp 50 juta. Namun dia terlanjur mendukung pasangan PKB-PDIP Noor Nahar-Go Tjong Ping. Ketika didatangi camat itulah, kyai itu diintimidasi.
(ahm/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































