HNW-Fadli Zon Desak Kemlu Klarifikasi Isu Normalisasi Diplomatik RI-Israel

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 17:23 WIB
An Ultra-Orthodox Jewish man, wearing a surgical mask due to the COVID-19 coronavirus pandemic, walks past Israeli flags set up in front of a shop ahead of Israels independence day due later in the week, in the centre of Jerusalem, on April 23, 2020. - Israel will celebrate its 72nd Independence Day on April 28-29 under novel coronavirus regulations, with official events and public celebrations cancelled. Israelis are required to wear faces masks when venturing outside in accordance to a governmental directive in order to combat the spread of COVID-19. (Photo by Emmanuel DUNAND / AFP)
Foto Ilustrasi Israel (AFP/EMMANUEL DUNAND)

HNW menambahkan Indonesia sejak kepemimpinan Sukarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memegang teguh komitmen kemerdekaan bangsa Palestina, Presiden Jokowi juga demikian. Dia menegaskan bahwa sikap tersebut sesuai dengan perintah UUD 1945.

"Dari Presiden Sukarno hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, semuanya berkomitmen untuk membela perjuangan bangsa Palestina hingga merdeka, dan karenanya tidak menjalin hubungan politik dengan Israel. Ini karena perintah dari UUD NRI 1945 yang menolak penjajahan di atas dunia yang saat ini dialami oleh bangsa Palestina," lanjutnya.

Isu normalisasi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel juga dikritik oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon. Dalam cuitan akun Twitternya, Fadli Zon menilai jalinan hubungan diplomatik yang dilakukan Pemerintah RI melalui Menlu dengan Israel merupakan bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi.

"Kalau yang dimaksud normalisasi adalah pembukaan hubungan diplomatik, tentu itu merupakan pengkhianatan thd konstitusi kita sendiri n perjuangan kemerdekaan Palestina selama ini. Tolak normalisasi, n dukung Palestina menjadi negara merdeka," cuit @fadlizon, seperti dilihat detikcom, Jumat (24/12).

Fadli ZonFadli Zon (Farih/detikcom)

(zak/zak)